36 Tahanan dan 25 Polisi Tewas, Darah Tumpah Lagi di Mesir

36 Tahanan dan 25 Polisi Tewas, Darah Tumpah Lagi di Mesir

459

ATTENTION EDITORS - VISUAL COVERAGE OF SCENES OF INJURY OR DEATH Army soldiers and medical workers check the bodies of police officers killed early morning on the highway in Rafah city, about 350 km (217 miles) northeast of Cairo, August 19, 2013. At least 24 Egyptian policemen were killed and three wounded in an ambush by Islamist militants on Monday near the north Sinai town of Rafah, medical and security sources said. Attacks by Islamist militants in the lawless north Sinai region have intensified since the army overthrew Islamist President Mohamed Mursi on July 3.     REUTERS/Stringer  (EGYPT - Tags: POLITICS CIVIL UNREST) QUALITY FROM SOURCE. TEMPLATE OUTKAIRO—Atmosfer Masir kembali memanas setelah sejumlah 36 orang narapidana yang diyakini pendukung Ikhwanul Muslimin tewas, pada Minggu (18/8) waktu setempat. Sementara, 25 orang polisi juga tewas dalam serangan milisi pada hari berikutnya.

Media local melansir bahwa sebagian besar dari 36 orang yang tewas adalah pendukung Ikhwanul Muslimin. Mereka adalah pendukung Ikhwanul Muslimin yang ditahan usai kerusuhan di Lapangan Ramses selama beberapa hari terakhir.

Insiden ini terjadi ketika pasukan keamanan membawa sekira 600 tahanan Ikhwanul Muslimin ke Penjara Abu Zaabal di sebelah utara Mesir. Tahanan di salah satu truk kemudian membuat kerusuhan dan kemudian berhasil menangkap seorang petugas ketika sudah di dalam penjara.

“Kematian mereka merupakan konsekuensi dari upaya melarikan diri dari kelompok Islamis (Ikhwanul Muslimin),” pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir, seperti dikutip Associated Press, Senin (19/8).

Mengenai kematian 36 tahanan Ikhwanul Muslimin itu, Pemerintah Mesir mengeluarkan detail keterangan yang rancu. Mereka sempat mengatakan, korban tewas akibat menghirup gas air mata ketika hendak melarikan diri. Namun beberapa saat kemudian, mereka menyebutkan korban sudah tewas di dalam penjara ketika dievakuasi.

Sementara pihak Ikhwanul Muslimin menyebutkan kematian dari 36 orang itu adalah sebuah pembunuhan. Mereka menyebutkan jumlah korban mencapai 52 jiwa dan ditembaki peluru tajam serta gas air mata, ketika masih berada di dalam mobil tahanan.

Sementara itu, serangan militan menewaskan 25 polisi. Pembunuhan itu terjadi di dekat wilayah perbatasan Rafah. Menurut keterangan pihak kepolisian, dalam kejadian terbaru di Sinai, polisi yang tewas diketahui merupakan polisi yang tengah menyamar. Kelompok militan diketahui memaksa dua kendaraan polisi untuk berhenti dan mendesak semua anggota polisi keluar dari mobil.

Usai mengeluarkan para anggota polisi tersebut, pihak militan pun menembak mereka hingga tewas. Tidak diketahui secara pasti siapa militan yang melakukan pembunuhan gaya eksekusi ini.  Okezone | Niko Fediyanto

BAGIKAN