JOGLOSEMAR.CO Foto 471 Tewas Kecelakaan Saat Mudik

471 Tewas Kecelakaan Saat Mudik

423
BAGIKAN

Kecelakaan Mudik Paling Banyak di Jateng

Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo MOTOR KORBAN--Sejumlah warga mengamati sepeda motor yang terlibat kecelakaan dengan bus Al Amin di Nguter, Sukoharjo, Kamis (1/11). Empat pengendara sepeda motor meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
ilustrasi

JAKARTA-Jumlah kecelakaan lalu lintas selama proses mudik hingga arus balik H+2 Lebaran, masih cukup tinggi yakni sebanyak 2.095 kejadian. Dari total jumlah kecelakaan itu, sebanyak 471 orang dilaporkan meninggal dunia di jalan.

Demikian diungkapkan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Inspektur Jenderal, Ronny Franky Sompie di Mabes Polri Jakarta, Minggu (11/8). Selain korban meninggal, ada sebanyak 747 orang mengalami luka berat dan 2.688 mengalami luka ringan.

“Khusus untuk H+2 kemarin terjadi 263 kasus kecelakaan, mengakibatkan 87 orang meninggal dunia, 131 luka berat, 388 luka ringan dan kerugian materiil hingga Rp 817.500,” ungkapnya.

Jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan masih didominasi motor sebanyak 319 unit motor, disusul mobil 83 unit, 19 unit bus, 17 unit mobil barang, 3 kendaraan khusus dan 8 kendaraan tidak bermotor.

“Tetap yang mendominasi kecelakaan itu karena mengantuk. Jadi diimbau saat arus balik masyarakat jangan memaksakan jika mengantuk dan kondisi fisik sudah lemah karena bisa memicu kecelakaan,” imbuh Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto.

Yang harus mendapatkan perhatian adalah, ternyata jumlah kejadian kecelakaan paling banyak terjadi di Jawa Tengah. Sejak H-6 hingga H+2 Lebaran jumlah kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di wilayah Jawa Tengah.

“Terdapat 61 kasus dengan rincian 24 korban tewas, 36 orang luka serius, dan 113 orang luka ringan,” kata Ronny, Minggu (11/8).

Dia juga memperingatkan supaya pengemudi menjaga batas kecepatan sesuai aturan. “Perhatikan jarak antar kendaraan dan batas kecepatan,” katanya.

Faktor mengantuk rupanya menjadi penyebab paling tinggi dalam kasus kecelakaan selama mudik dan balik Lebaran ini. “Faktor ngantuk ini menempati peringkat pertama dalam kecelakaan lalu lintas,” tambah Ronny.

Karena itu, dia menyarankan agar setiap pengemudi memperhatikan faktor kesehatan agar siap mengendarai kendaraan. “Istirahat bila lelah, istirahat kalau ngantuk,” kata Ronny.

Polisi, kata Ronny, juga mendapati beberapa supir angkutan umum jenis bus menggunakan alkohol untuk mengatasi kantuk dan menambah keberanian. “Mereka mementingkan target on time, bukan faktor keselamatan,” katanya. Padahal, penggunaan alkohol dilarang, apalagi dalam keadaan mengendarai bus yang diisi oleh banyak penumpang.

Walaupun kecelakaan lalu lintas selama mudik dan balik Lebaran 2013 terbilang tinggi, tetapi kepolisian mengklaim jumlah kejadian kecelakaan itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Polri mengklaim jumlah kecelakaan ini menurun 29 persen.

Kejadian pada tahun ini, sambung Agus, ada beberapa penyebab seperti tidak disiplinnya sipengebudi dalam mengikuti pelaturan ada faktor lain yang paling dominan yaitu konsentrasi pengendara terganggu akibat kantuk.

Sementara itu, korban tewas dalam kecelakaan Bus Karya Sari di tanjakan Krumput, Desa Pagelarang, Banyumas bertambah menjadi 15 orang. Sebagian korban tewas itu sudah dibawa pulang dari rumah sakit oleh keluarganya.

Ada 7 korban luka yang masih di RSUD Banyumas, sedangkan 8 jenazah sudah dibawa keluarga masing-masing. Enam dari 7 jenazah merupakan satu keluarga penumpang Sedan Corolla.

“Semua korban tewas jadi 15 dan sudah teridentifikasi, sebagian juga sudah dibawa keluarganya,” ujar Kasat Lantas Polres Banyumas AKP Chalid Mawardi, Minggu (11/8).

Seperti diketahui, Bus Karya Sari jurusan Solo-Purwokerto AA 1654 CD mengalami kecelakaan karena rem blong, Sabtu (10/8). Bus meluncur tanpa kendali dan menabrak Toyota Corrola Z 1402 BY, sepeda motor Yamaha Mio B 6352 VFF dan Honda Kharisma B 5041 NN. Semua kendaraan masuk ke dalam jurang sedalam lima meter.

Sopir Bus Karya Sari, Suryanto, masih dirawat di rumah sakit. Saat dimintai keterangan oleh petugas di RS Banyumas, Suryanto mengaku tidak dapat mengendalikan busnya karena tiba-tiba saja rem blong. “Remnya blong mendadak,” katanya.

Dia mengaku rem tidak berfungsi sudah dirasakan sejak 200 meter sebelum sampai di lokasi kejadian. Namun lantaran jalanan menurun dan menikung tajam, dia lalu membanting setir ke arah kanan hingga akhirnya menabrak sedan serta tiga sepeda motor.

Yulianto, salah satu keluarga korban mengaku kerabatnya yang menumpangi sedan baru saja berkunjung ke rumahnya untuk bersilaturahmi. “Kami sekeluarga terkejut, karena mereka baru saja datang untuk bersilaturahmi,” urainya.

Sementara itu, belasan korban yang terluka ringan hingga berat masih dirawat di RSU Banymas dan Rumah Sakit Siaga Medika Banyumas.

Sopir bus Karya Sari ditetapkan menjadi tersangka. “Sopir sudah kita tetapkan menjadi tersangka, tapi belum kita lakukan penahanan karena masih dirawat di rumah sakit,” tambah AKP Chalid Mawardi.

Lokasi kecelakaan di Tanjakan Krumput memang rawan terjadi kecelakaan. Selain jalan menanjak, jalanan di lokasi tersebut juga berkelok-kelok. “Di sepanjang lokasi tersebut memang sering terjadi kecelakaan, tapi tidak seperti yang terjadi kemarin,” ujarnya.(Detik | Okezone | Antara)