JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market 73 Pedagang Ngarsopuro Terancam Dicoret

73 Pedagang Ngarsopuro Terancam Dicoret

280
BAGIKAN
ngarsopuro
ngarsopuro

SOLO- Paguyuban Pedagang Night Market Ngarsopuro siap mencoret 73 pedagang. Tindakan tegas ini dilakukan mengingat sejumlah pedagang dinilai sudah tidak aktif berjualan.

Disampaikan Sigit Sujatno, Ketua Paguyuban Night Market Ngarsopuro, meskipun toleransi telah diberikan, namun masih banyak pedagang sering absen berjualan.

“Sesuai aturan, jika pedagang tidak berjualan selama tiga kali berturut-turut tanpa alasan jelas, maka paguyuban berhak mengganti pedagang lama dengan pedagang yang baru. Selama ini toleransi selalu kami berikan, tetapi puncaknya pada Lebaran kemarin. Untuk itu, kami ingin minta keseriusan para pedagang ingin tetap bertahan atau tidak,” katanya saat dihubungi wartawan, pada Selasa (27/8).

Sigit menjelaskan, jumlah pedagang Night Market Ngarsopuro adalah 228, namun saat event Lebaran Ing Ngarsopuro jumlah pedagang yang hadir hanya berjumlah 155. Artinya, para pedagang tersebut sudah melanggar aturan.

“Sikap ini harus kami ambil, mengingat banyak absennya pedagang tersebut, mengganggu operasional pasar. Padahal tiap malam minggunya, pedagang harus bayar iuran guna mengganti ongkos bongkar pasang tenda tempat mereka berjualan. Kalau mereka absen, maka pihak paguyubanlah yang selalu tombok untuk membayar ongkos itu,” bebernya.

Dipaparkan Sigit, tindak tegas tersebut dipicu pula oleh banyaknya pelaku UMKM yang berminat untuk berjualan di Night Market Ngarsopuro.

“Tiap malam minggu sekitar 15 hingga 20 permohonan pelaku UMKM masuk ke pengurus, apalagi setelah Lebaran. Permohonan yang masuk mayoritas adalah pengusaha kuliner. Sejauh ini kami masih berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo. Dan pada Kamis (29/8) besok, rencananya kami akan mengundang seluruh pedagang untuk halal bihalal dan menjalin komunikasi antar pedagang dengan dinas,” ucapnya.

Sementara itu, Nur Haryani, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Solo mengaku sepakat bila absennya pedagang merugikan orang lain. Namun pihaknya tidak sepakat bila pencoretan pedagang diakibatkan karena tidak ikut serta dalam event Lebaran kemarin.

“Pemecatan pedagang harus berkoordinasi dengan dinas, sehingga paguyuban tidak memiliki kekuasaan mutlak. Bagi pedagang yang absen berjualan berturut-turut pada Lebaran kemarin akan kami lihat dulu apa alasannya. Kalau masuk akal, pedagang akan dipertahankan. Kalau keterangannya tidak kuat, akan kami ganti dengan pedagang baru,” katanya.

Nur menambahkan, saat ini ada 52 pelaku UMKM yang telah menyatakan ke dinas secara resmi minatnya untuk berjualan di Ngarsopuro. Pihaknya akan memprioritaskan pelaku UMKM yang memproduksi barangnya sendiri. Paramita Sari Indah