JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Air Terjun Binangun Watu Jadah Terus Dikembangkan

Air Terjun Binangun Watu Jadah Terus Dikembangkan

1215
WATU JADAH-Tumpukan batu mirip jadah yang ditumpuk-tumpuk menjadi nama untuk air terjun yang dibuka warga sejak tahun 2012 lalu. Kini jalan menuju lokasi terus dikembangkan. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono
WATU JADAH-Tumpukan batu mirip jadah yang ditumpuk-tumpuk menjadi nama untuk air terjun yang dibuka warga sejak tahun 2012 lalu. Kini jalan menuju lokasi terus dikembangkan. Foto diambil akhir pekan lalu. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Warga Dusun Grenjeng, Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno terus mengembangkan keberadaan air terjun Binangun Watu Jadah sebagai salah satu objek wisata alternatif di Wonogiri. Pengembangan air terjun yang terletak di Pegunungan Lawu Selatan tersebut dilakukan dengan membuat akses jalan menuju air terjun.

Camat Jatipurno Agus Sarmanto mengatakan, sejak dibuka warga awal tahun 2012 lalu, jalan menuju ke sana terus dibenahi. Jika dulu harus jalan kaki dua jam dalam kondisi pulang pergi (PP), maka kini bisa dengan naik motor menuju pos satu hanya butuh waktu sepuluh menit. Dari pos itu, pengunjung harus jalan kaki.

“Dalam waktu lima menitan jalan kaki, Air Terjun Pelangi akan dicapai. Jalan sekitar sembilan menit lagi, maka sampai di air terjun Binangun Watu Jadah,” ujar Agus, Kamis (22/8).

Dikatakan Agus, jika tidak ingin naik motor, maka bisa dengan jalan kaki menyusuri sungai dan tebing dengan pemandangan alam yang asri. Kondisi jalan menuju lokasi air terjun sekarang sudah diperlebar. Air terjun binangun watu jadah ini bisa dijadikan sebagai objek wisata lain di Wonogiri. Terlebih, lahan perkemahan juga kami sediakan untuk melengkapai wahana wisata alam disana.

Akan tetapi untuk membuat lahan perkemahan, Agus mengaku mengalami kendala. Hal tersebut terjadi karena lahan disana sudah ada yang memiliki sehingga mereka meminta ganti rugi. Keinginan kami warga tidak meminta ganti rugi karena ketika wisata air terjun ini bisa berkembang dan ramai bisa menjadikan sebagai tempat mencari nafkah.

“Semangat warga memang tinggi. Bagaimana agar air terjun ini menjadi lokasi wisata yang memadai. Diganti uang pun tidak mau, mereka secara sukarela memberikan sebagian lahan untuk dijadikan jalan. Masih banyak yang harus dibenahi. Perlahan,” lanjutnya.

Agus menambahkan, saat ini, satu gazebo telah berdiri. Gazebo ini berada di dekat air terjun utama. Geliat ekonomi pun mulai terlihat. Sejumlah warung sudah berdiri di pintu masuk menuju kawasan air terjun. Pihak kecamatan dan warga berharap, ada bantuan dari Pemkab untuk terus mengembangkan area ini. Eko Sudarsono

BAGIKAN