JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Akhirnya Abdi Dalem Benar-benar Gajian

Akhirnya Abdi Dalem Benar-benar Gajian

437
BAGIKAN
MENERIMA GAJI--Sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta mengantre untuk menerima gaji di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (5/8). Selain menerima gaji, mereka juga menerima paket sembako. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENERIMA GAJI–Sejumlah abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta mengantre untuk menerima gaji di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (5/8). Selain menerima gaji, mereka juga menerima paket sembako. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO-Setelah 11 bulan lamanya tidak menerima gaji, akhirnya Senin (5/8) abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta menerima gaji. Namun gaji tersebut baru dibayarkan dua bulan, sisanya pihak keraton menjanjikan secepatnya akan dibayarkan.

Aura kebahagiaan pun terpancar dari para abdi dalem, bahkan tidak hanya abdi dalem yang aktivitasnya di keraton tapi juga abdi dalem dari Imogiri, Yogyakarta. Gaji diberikan di teras Ontarasana, sedangkan zakat di Bangsal Samarakat.

Terpancar kebahagiaan di wajah Raden Mas Ngabehi Mulyo Pradipto setelah menerima amplop berwarna cokelat berisi uang  Rp 235.000 untuk gaji dua bulan. Tidak hanya dapat gaji tapi juga zakat yang isinya gula satu kilogram, beras tiga kilogram, minyak, roti dan juga uang Rp 10.000. Rasa syukur tak henti-hentinya diucapkan bisa mendapatkan haknya  sebagai abdi dalem walaupun hanya dibayar dua bulan dulu.

“Alhamdulillah senang banget akhirnya bisa cari dua bulan dari 11 bulan tidak cair. Besarannya, Rp 235.000 dan satu bungkus zakat yang isinya beras, gula, minyak, dan roti,” terangnya usai mendapatkan gaji dan zakat di Bangsal Samarakata, Senin (5/8).

Gaji dan bingkisan Sembako itu akan digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan juga Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. Walaupun selama 11 bulan tidak menerima gaji, tapi dia tetap bekerja seperti biasa dengan baik dan benar. Karena dia yakin dari keraton tengah mengusahakan mencari dana untuk membayar gaji abdi dalem.

“Saya tetap bekerja seperti biasa tidak terpengaruh. Memang sih berharap bisa cair tapi tidak terlalu, untungnya bisa cair sebelum Lebaran,” ujar warga Bendosari, Sawit, Boyolali itu.

Dia merupakan abdi dalem bagian listrik, tapi juga sering membantu saat kirab kerbau keturunan Kyai Slamet peringatan satu sura. Bahkan dia sudah lama menjadi abdi dalem sejak 1977 sampai saat ini dan tetap bekerja sesuai tugasnya dengan baik dan selalu bersabar.

“Saya jadi abdi dalem sejak 1977 lalu di bagian listrik. Biasanya juga sering bantu saat ada kirab Kyai Slamet, semoga ini menjadi berkah dan saat tetap di sini menunaikan kewajibannya kepada keraton,” sambung dia.

Hal senada juga dirasakan Bupati Anom Raden Tumenggung Pringgodipuri yang merupakan juru kunci makam Imogiri, Yogyakarta senang bisa gajian lagi setelah 11 bulan tidak gajian.

“Senang sekali akhirnya cair setelah lama ditunggu-tunggu. Saya membawa uang Rp 13.401.000 yang merupakan gaji dua bulan dan dibagi untuk 72 abdi dalem juru kunci makam Imogiri,” papar perwakilan abdi dalem Imogiri itu.

Untuk besaran yang diterima 72 abdi dalem itu berbeda, tergantung  pangkatnya. Harapannya sama dengan abdi dalem lainnya agar sisanya bisa diberikan secepatnya, sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebenarnya yang mengambil gaji ini Bupati sepuh KPH Suryanegara. Tapi karena tidak bisa datang akhirnya diwakilkan tiga orang,” imbuh dia.

Sementara itu Keraton Kasunanan Surakarta minta maaf kepada abdi dalem. Karena ada masalah dengan pemerintah provinsi (Pemprov) yang membuat belanja buat abdi dalem tidak cair.

“Keraton nuwun ngapunten buat abdi dalam, karena sejak 2012 lalu dana yang diperuntukkan buat abdi dalem tidak cair sampai sekarang. Itu merupakan gangguan-gangguan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandas Pengageng Sasana Wilapa GKR Wandasari Koes Moertiyah (Gusti Moeng).

Keraton pun berterima kasih, walaupun gaji belum dibayar tapi abdi dalem tetap bekerja dan punya loyalitas terhadap keraton. Pihaknya pun sejauh ini terus mengupayakan agar dana dari Pemprov itu cair dan dicarikan lewat dana talangan. Akhirnya abdi dalem bisa dapat gaji selama dua bulan dulu.

“Kami terus berusaha dan akhirnya dapat juga. Semoga secepatnya bisa menutup kekurangannya,” tutur dia.

Ketua eksekutif lembaga hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi mengatakan abdi dalem harus bisa sabar karena baru bisa memberikan dua bulan dulu. Terus terang keraton juga prihatin dengan ini semua.

“Sebenarnya gaji bisa dibayarkan tiga bulan, tapi lebih baik sekarang dua bulan dulu dan nanti ke depan dibayarkan lagi. Pemprov itu tidak legawa dengan ini, total 514 abdi dalem yang menerima,” jelas dia.

Eddy menambahkan, keraton masih menunggu bantuan dari Pemprov cair.  “Untuk selanjutnya mungkin setiap bulan gaji akan diberikan atau dua bulan sekali dan mungkin itu bisa selesai,“ pungkas dia. * Ari Welianto