JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Anak Ustaz Hilmi Tampil di Sidang Fathanah, Nama SBY Disebut

Anak Ustaz Hilmi Tampil di Sidang Fathanah, Nama SBY Disebut

211
BAGIKAN
Sidang Ahmad Fathanah
Sidang kasus Suap Import daging Sapi

JAKARTA—Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak muncul dalam siding kasus pengurusan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Nama presiden disebut oleh Ridwan Hakim, anak Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminudin, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (29/8).

Ridwan bersaksi untuk tersangka Ahmad Fathanah yang didakwa karena menerima Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama. Uang disebut akan diserahkan ke Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS. Tak hanya itu, Fathanah juga dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ridwan menyatakan ada orang dekat Presiden yang dikenalnya bernama Sengman, membawa uang Rp40 miliar milik PT Indoguna Utama. Ridwan Hakim mengaku pernah ditanya penyidik KPK mengenai uang Rp 40 miliar dari PTIndoguna Utama.

“Kalau soal Rp40 miliar itu dibawa sama Sengman. Sengman sendiri sudah saya jelaskan ke penyidik. Jadi kalau mau tahu Rp40 miliar itu tanyakan saja ke Sengman,” kata Ridwan Hakim

Menanggapi jawaban Ridwan, Hakim Ketua Nawawi Pomolango mendesak siapa yang dimaksud dengan Sengman. “Sengman itu utusan Presiden yang mulia,” jawab Ridwan. “Presiden apa?” tanya hakim kembali.

“Ya Presiden SBY,” timpal Ridwan. Namun, Ridwan tak menjelaskan maksud uang Rp 40 miliar itu. “Saya tidak tahu,” jawab Ridwan.

Dalam siding itu pula, Ridwan mengungkapkan seorang pengusaha bernama Bunda Putri. Sosok tersebut diketahui sering bertemu dengan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Ridwan Hakim menjelaskan Bunda Putri adalah seorang pengusaha di sektor perkebunan pinang. Ridwan menganggap Bunda Putri sebagai mentor bisnisnya. “Dia beritahu jika ada peluang untuk usaha,” kata dia.

Ridwan mengaku kenal Bunda Putri sejak tahun 2010. Ridwan lebih dulu kenal Bunda Putri dibanding Luthfi Hasan. “Saya lebih dulu kenal,” jelasnya.

Menurut Ridwan, beberapa kali Luthfi sempat bertemu dengan Bunda Putri. Namun Ridwan mengaku pertemuan hanya berbicara ringan. “Seputar keadaan politik dan ekonomi,” tandasnya.

Dalam sidang ini, jaksa memutar rekaman penyadapan Ridwan dan Luthfi. Di tengah percakapan, Ridwan memberikan teleponnya kepada Bunda Putri. Tidak jelas percakapan apa yang sedang dibicarakan Luthfi dan Bunda Putri. Namun kondisinya Bunda Putri tengah marah.

Bunda Putri lebih banyak curhat tentang apa yang dia alami. Luthfi pun menjelaskan jika posisi Bunda Putri memang sulit. “Sementara Bunda yang mengkondisikan desicion maker, pekerjaannya kan lebih berat dibanding desicion maker karena harus kondisikan desicion maker,” kata Luthfi kepada Bunda Putri di telepon.

“Bunda ini jam 10 ditunggu Dipo kan, sebelum dia ke JCC. Bun, nanti kita ketemu sama Mas Bud jam 2-an. Udah bunda nunggu di Grand Hyatt saja, supaya nggak usah kemana-mana. Kalau begini caranya, malas deh ngurus TPA-nya,” keluh Bunda Putri kepada Luthfi dalam rekaman itu. Detik | Okezone | Niko Fediyanto