Angka Perceraian Wonogiri Meningkat

Angka Perceraian Wonogiri Meningkat

540
MENDAFTAR-Suasana kantor depan Pengadilan Agama Wonogiri, Rabu (14/8). Diperkirakan, jumlah pendaftar cerai akan terus bertambah dan mulai berkurang di akhir Agustus seiring dengan masa Lebaran yang makin jauh. Joglosemar | Eko Sudarsono
MENDAFTAR-Suasana kantor depan Pengadilan Agama Wonogiri, Rabu (14/8). Diperkirakan, jumlah pendaftar cerai akan terus bertambah dan mulai berkurang di akhir Agustus seiring dengan masa Lebaran yang makin jauh. Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Angka perceraian mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar perceraian di Pengadilan Agama Wonogiri kian tahun terus bertambah. Tahun ini, pada momen Puasa sudah mulai berganti tren.

Sejak lama, bulan Puasa menjadi bulan yang masih dianggap tidak pantas untuk menggugat cerai atau menjatuhkan talak tapi tidak tahun ini. Di sisi lain, tren pendaftar perceraian masih didominasi istri yang menggugat dan perceraian pasangan muda.

Ketua Pengadilan Agama, Zainal Abidin melalui Panmud Hukum Siti Alimah mengatakan bulan Puasa yang biasanya dalam sehari hanya ada satu atau dua pendaftar bahkan sering tidak ada, pada Puasa tahun ini rata-rata ada lima pendaftar cerai dalam sehari.

“Tren itu sudah mulai berubah, ternyata bulan Puasa pun makin banyak yang mendaftar. Selama Puasa ada sekitar 126 pendaftar. Untuk permohonan dispensasi kawin (izin menikah bagi anak di bawah umur-red) juga tiap tahun ada penambahan. Hampir semua karena anak hamil duluan sehingga harus dinikahkan,” kata dia, Rabu (14/8).

Baca Juga :  Ratusan Kendaraan Diperiksa Mendadak di Wonogiri

Hal itu tidak terlepas dari anak usia sekolah yang tidak berpikir panjang akibat dari pergaulan bebas, baru setelah melahirkan dan merasakan pernikahan kedua pasangan sering tidak siap dari sisi ekonomi dan tidak jarang malah berujung perceraian. “Yang mendominasi pendaftar perceraian juga masih dari sisi wanita, yang talak juga ada tapi banyak yang gugat cerai oleh istri. Untuk contoh saja, selama Juli ada 45 cerai talak dan 72 gugat cerai. Untuk usia didominasi umur 20 hingga 30 tahun. Kebanyakan perantau dan remaja karena menikah dini,” lanjutnya.

Momen Puasa dan Lebaran ini pula yang dimanfaatkan para perantau untuk bercerai. Kebanyakan, istri berada di rumah dan suami sudah lama berada di perantauan tanpa kabar berita dan tidak memberi nafkah. Ada pula yang bahkan tidak diketahui di mana tempat bekerjanya. “Untuk pasangan menikah dini, mayoritas baru merasakan sulitnya berkeluarga setelah anak lahir dan berumah tangga. Dari sisi ekonomi belum siap,” jelasnya.

Baca Juga :  Wonogiri Minta Tambahan Elpiji 3 Kilogram

Dari data sementara di bulan Agustus, ada 29 perkara cerai, hari masuk selain selama libur Lebaran dan cuti bersama. Dari data pula, kebanyakan kasus cerai diajukan oleh warga yang berlatar pendidikan SD dan SMP. Kebanyakan pendaftar cerai dari wilayah Kecamatan Wonogiri Kota. Eko Sudarsono

 

Tabel : Jumlah Perkara Perceraian di Pengadilan Agama 2009-2012

 

Tahun                      Perkara Diterima                     Perkara Diputus                      Sisa Perkara

2009                        1.703                                                       1.263                       440

2010                        1.786                                                       1.425                       361

2011                        1.984                                                       1.540                       444

2012                        1.836                                                       1.736                       544

2013*                      1.488                                                       1.198                       407

 

Sumber : Pengadilan Agama

*Data sementara hingga bulan Juli 2013. Jumlah termasuk sisa perkara tahun sebelumnya.

BAGIKAN