Aparat Sita Atribut Bintang Kejora

Aparat Sita Atribut Bintang Kejora

301
AKSI -  Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi di depan Gapura Gladag, Kamis (15/8). Joglosemar | Ari Welianto
AKSI – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar aksi di depan Gapura Gladag, Kamis (15/8). Joglosemar | Ari Welianto

PASAR KLIWON – Aparat Kepolisian Polresta Surakarta mengawal ketat aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Solo yang menuntut kebebasan dan hak menentukan nasib bagi warga Papua di Bundaran Gladag, Kamis (15/8).

Dalam aksi kali ini, aparat bertindak tegas dengan mengambil atribut yang dianggap provokator dan tidak akan memberikan diberi jalan jika  masa tetap membawa atribut.

“Kami memang telah menyita atribut mereka sebelum berangkat aksi di dekat messnya daerah Bibis Kulon, Banjarsari. Yang diambil itu dua spanduk  yang terdapat gambar bintang kejoranya,” ujar Kasat Intelkam Polresta Surakarta, Kompol Fachrudin saat ditemui disela-sela aksi di Bundaran Gladag, Kamis (15/8).

Menurutnya, sebelum menggelar aksi masa berkumpul di dekat mess mahasiswa Papua.  Pihaknya mendatangi mereka terlebih dulu untuk memastikan apakah aksi yang dilakukan tidak melanggar aturan.

Ternyata ditemukan dua spanduk besar dengan tulisan ucapan selamat atas dibukanya kantor propaganda kemerdekaan Papua Barat yang berada di Belanda dan terdapat gambar bendera Bintang Kejora yang akan dibawa saat aksi mereka.

“Memang terlebih dulu mereka mengajukan izin akan aksi  dan kami minta mereka tidak membawa atribut yang ada kaitannya dengan separatisme. Mereka pun menyanggupi, tapi ternyata mereka akan membawa dan kami pun bertindak tegas,” ujar dia.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Dinno Abugy menyatakan sebelum aksi digelar ada intimidasi dan penekanan. Mereka tidak diperbolehkan membawa alat peraga  saat aksi. Larangan itu menurutnya melanggar demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat.

“Dari awal kami mendapatkan intimidasi. Sehingga kami hanya menyebarkan brosur ke masyarakat tidak boleh membawa spanduk,” ungkap dia.     Ari Welianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR