JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah ATM-nya Buka Mboten?

ATM-nya Buka Mboten?

656
BAGIKAN

ATMNYA BUKAK MBOTENLebaran tahun ini benar-benar membahagiakan bagi Dul Kenthut. Selain mendapat uang THR, ia juga mendapat tambahan uang dari komisi menjualkan mobil temannya. Apalagi ia tidak perlu mudik terlalu jauh. Jarak rumahnya dengan rumah orangtuanya hanya sekitar dua jam perjalanan.

“Jangan lupa ngasih uang Lebaran untuk Ibu lho, Mas. Kasihan Ibu kalau Lebaran malah mumet mencukupi kebutuhan anak cucunya yang pada nginap,” kata Yu Cebret, istrinya, mengingatkan.

“Sudah saya siapkan kok, Dik. Malah Mas berencana mau membelikan Ibu cincin. Supaya lebih kinclong pas Lebaran nanti,” sahut Dul Kenthut. Meski nganyelke, rupanya ia termasuk anak yang berbakti juga.

Ya wis. Jangan lupa keponakan-keponakan juga dibelikan kaus, biar pada seneng,” kata Yu Cebret lega.

Mereka pun segera mudik ke rumah orang tua Dul Kenthut. Beberapa jam kemudian, mereka sampai juga. Setelah beristirahat, Dul Kenthut segera menyerahkan uang Lebaran untuk ibunya. Ia juga mengajak ibunya untuk membeli cincin besok pagi. Lebaran tinggal menunggu hari, kalau tidak buru-buru diwujudkan, bisa gagal karena terlanjur repot menyiapkan hidangan Lebaran.

Esok harinya, Dul Kenthut memboncengkan ibunya menuju Kota Delanggu. Di sana ada beberapa toko emas yang menjadi langganan Dul Kenthut. Sebelum ke toko emas, Dul Kenthut mampir dulu ke ATM untuk ambil uang.

“Kok berhenti di sini, Le?” tanya ibunya bingung sambil menatap beberapa orang yang sedang antre di depan ruang ATM.

“Ke ATM dulu, Bu. Mau ambil uang,” sahut Dul Kenthut sambil melepas helmnya. Ibunya manggut-manggut, kemudian bergegas mendahului Dul Kenthut menghampiri antrean.

Mas… ATM-e bukak mboten?” tanya ibu Dul Kenthut lugu. Beberapa orang yang ditanya hanya plenggang plenggong bingung. Sementara Dul Kenthut langsung abang ireng kisinan. Sambil berbisik-bisik, Dul Kenthut menerangkan kalau ATM tetap buka meski bank tutup.