Banggar Sepakat Alihkan Mobdin Wawali Jadi Mobil Sampah

Banggar Sepakat Alihkan Mobdin Wawali Jadi Mobil Sampah

173
ilustrasi
ilustrasi

KARANGASEM- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  sepakat mengalihkan pengadaan mobil dinas (mobdin) untuk Wakil Walikota (Wawali) dan istri Wakil Walikota menjadi kendaraan operasional  Tempat Pembuangan Sementara (TPS) mobile.

Sebelumnya, pengadaan mobdin Wawali dialokasikan sebesar Rp 438 juta, sedangkan mobdin istri Wawali sebesar Rp 285 juta. Total anggaran senilai Rp 723 juta itu dialihkan menyusul penolakan Wawali Achmad Purnomo dan istrinya, Saraswati terkait pengadaan mobdin baru tersebut . Menurut Wawali, kondisi mobil yang dipakainya saat ini masih bagus.

“Kami menghormati keinginan Pak Wawali, yang merasa tidak perlu dibelikan mobdin baru. Pejabat sekarang tidak dinilai dari jenis mobin yang dikendarai, melainkan dari kinerja dan pelayanan pada masyarakat. Karenanya pada saat Rapat Banggar disepakati pengalihannya untuk TPS mobile,” jelas Ketua Banggar YF Sukasno, Rabu (28/8).

Menurutnya, anggaran tersebut dialokasikan untuk kendaraan operasional sampah yang menggunakan sistem hidrolik.  Kendaraan tersebut akan melengkapi 15 kendaraan operasional TPS mobile yang sudah dianggarkan sebelumnya.

Wakil Ketua Banggar Supriyanto menjelaskan, total anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan kendaraan operasional sampah tersebut mencapai Rp 3,2 miliar. Sebelumnya, sudah dianggarkan sebesar Rp 2,5 miliar untuk pengadaan 15 unit kendaraan sampah nonhidrolik. Tiap unit kendaraan nonhidrolik itu dianggarkan sebesar Rp 169 juta.

“Jadi total ada 16 unit, karena ada tambahan Rp 723 juta ini untuk membeli satu unit kendaraan sampah hidrolik. Tambahan itu sekaligus menambah alat hidrolik yang akan digunakan di kendaraan operasional sampah lainnya. Pada anggaran sebelumnya, kendaraan operasional sampah belum dilengkapi sistem hidrolik,” terang dia.

Mengenai teknis operasional TPS mobile, menurutnya, akan dibicarakan secara detail antara Komisi II dengan dinas terkait.

“Teknisnya ada di Komisi II. Nanti biar dibahas, termasuk jadwal pembuangan sampah oleh masyarakat ke TPS mobile,” tambahnya.

Perlu diketahui, tujuh kelurahan di Kota Solo dijadikan pilot project program TPS mobile, yang akan diterapkan dalam waktu dekat. Tujuh kelurahan itu adalah  Sriwedari, Bumi, Mangkubumen, Sudiroprajan, Jayengan, Jajar dan Gajahan.  Dini Tri Winaryani

BAGIKAN