JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bayaran Tak Jelas, Pengacara Sriyatun Angkat Tangan

Bayaran Tak Jelas, Pengacara Sriyatun Angkat Tangan

294
Penangkapan Sriyatun untuk di jebloskan ke penjara
Penangkapan Sriyatun untuk di jebloskan ke penjara

SRAGEN—Penasihat hukum (PH) Sriyatun (47), tersangka korupsi di Bank Perkreditan Rakyat/Badan Kredit Kecamatan (BPR/BKK) Karangmalang Cabang Tangen senilai Rp 1,18 miliar, Moegiyono menyatakan belum bisa memastikan nasib pendampingannya terhadap kliennya itu. Pasalnya, hingga pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Semarang, ia mengaku belum mendapat kepastian soal kontrak lanjutan dari kliennya itu.

Hal itu disampaikannya seusai mendampingi kliennya saat menjalani pemeriksaan terakhir di Kejari Sragen sebelum dijebloskan ke penjara dua hari lalu. Kepada Joglosemar, Moegiyono mengatakan masih menunggu kepastian dari kliennya yang akan berembuk dengan kerabat soal kelanjutan pendampingan saat di persidangan.

Akan tetapi, ia juga mengisyaratkan, dari gelagatnya besar kemungkinan tersangka akan pasrah karena kesulitan biaya. Pihaknya pun siap untuk mundur jika tidak ada kepastian mengenai kelanjutan pendampingan saat persidangan di Pengadilan Tipikor nanti.

“Kemarin waktu terakhir diperiksa di Kejari, dia mengaku kesulitan soal dana. Tapi masih akan berembuk dulu dengan keluarganya. Saya juga nggak masalah seandainya memang dia tidak menghendaki pendampingan. Malah saya sarankan bilang terus terang ke majelis hakim agar nanti ditunjuk bantuan penasihat hukum,” ujar Moegiyono, Kamis (1/8).

Lebih lanjut, pengacara yang ditunjuk oleh Kejari Sragen untuk memberikan bantuan pendampingan selama pemeriksaan di Kejari itu menguraikan, ia sudah memberikan pendampingan selama hampir tiga bulan kepada tersangka.

Selama itu, ia memang tidak dibayar berdasarkan kontrak, namun berdasarkan kedatangan setiap pemeriksaan. Namun untuk pendampingan di persidangan, karena digelar di Semarang, jika tanpa kontrak maka dirinya sudah legawa untuk menghentikan pendampingan. Ia menambahkan, jika selama menjalani pemeriksaan di Kejari, tersangka datang sendiri tanpa didampingi pihak kerabat atau teman lainnya.

Terpisah, Kasie Pidsus Kejari Sragen, Yasin Joko Pratomo mengatakan berkas perkara Sriyatun sudah P21 dan dikirim ke Semarang, Selasa (30/7). Selain menunggu jadwal sidang, pihaknya juga masih fokus melanjutkan pemeriksaan dua tersangka baru yakni mantan atasan Sriyatun masing-masing, Hudi Handoko dan Widodo Teguh Rudianto. Wardoyo

BAGIKAN