Belum Sebulan Beroperasi, Balon Wifi Bocor Ditembaki

Belum Sebulan Beroperasi, Balon Wifi Bocor Ditembaki

861
BOCOR - Petugas tengah menambal balon Wifi di kompleks Kantor Pemkab Klaten, Senin (19/8). Diduga bocornya balon tersebut lantaran ulah penembakan oknum tak bertanggungjawab. Joglosemar/Angga Purnama
BOCOR – Petugas tengah menambal balon Wifi di kompleks Kantor Pemkab Klaten, Senin (19/8). Diduga bocornya balon tersebut lantaran ulah penembakan oknum tak bertanggungjawab. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Program Klaten Go Online yang dicanangkan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dengan peluncuran balon Wifi mulai mendapat gangguan. Pasalnya, balon udara yang digunakan untuk memancarkan sinyal Wifi bocor lantaran ditembaki oknum tak bertanggungjawab.

Kondisi balon udara yang dipasang di kompleks Kantor Pemkab Klaten mengalami kebocoran sehingga gas selalu habis. Kebocoran tersebut disebabkan lubang-lubang kecil mirip tembakan peluru senapan angin. Senin (19/8) pagi, petugas menurunkan balon dan menambal lubang yang ada. Setelah diperbaiki, sinyal Wifi yang dipancarkan dari balon tersebut kembali stabil.

Menurut Koodinator Broadband Learning Center (BLC) Telkom Klaten, Suwandono, diduga lubang itu akibat ulah tangan usil dari orang-orang yang tak bertanggungjawab. Kondisi tersebut membuat ketinggian balon Wifi semakin menurun. Padahal dalam kondisi normal, balon dapat mengudara hingga seminggu. “Biasanya normal empat atau lima hari sekali baru ditambah gas, namun saat ini tiap hari harus ditambah, setelah tadi kita turunkan ternyata ada lubang-lubang kecil, yang diduga bekas ditembak. Tetapi lubang sudah bisa kita atasi dengan cara ditambal,” kata dia.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Namun kondisi tersebut tidak terjadi pada balon udara yang ada di kawasan Alun-alun Klaten. Pada balon di Alun-alun, perawatan justru lebih mudah lantaran pengisian gas dapat dilakukan dua pekan sekali. “Balon yang ada di Alun-alun kondisinya lebih baik dan aman. Bahkan, gasnya tidak perlu diisi terlalu rutin,” paparnya.

Selain penembakan balon, gangguan lain juga terjadi pada layanan yang sejatinya ditujukan untuk memfasilitasi edukasi masyarakat itu. Ia mengungkapkan, terdapat beberapa warnet dan pertokoan di sekitar Alun-alun yang ikut memanfaatkan fasilitas tersebut untuk kemudian dijual kembali kepada warga yang mengakses internet. “Ada juga warnet dan toko yang ikut nembak (menggunakan fasilitas), namun semua sudah bisa dideteksi. Ini merupakan salah satu dampak saat Pemkab Klaten membebaskan balon Wifi tanpa password. Tapi sejauh ini sudah dapat kami atasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Sementara itu, Bupati Klaten Sunarna menargetkan pada tahun 2015 warga Klaten sudah melek teknologi informasi. Target tersebut bertujuan memajukan masyarakat terutama dalam hal pemasaran di wilayah-wilayah sentra UMKM. “Tahun depan kami upayakan seluruh kecamatan sudah bisa mengakses internet dengan Wifi, dan tahun selanjutnya 2015 warga Klaten sudah bisa melek teknologi informasi,” ujar Sunarna. Angga Purnama

BAGIKAN
  • wong pinter

    Dasar wong ndeso klaten issone yo gur ngrussak..