Beredar Video Pembunuhan Serka Heru

Beredar Video Pembunuhan Serka Heru

601

Pendukung Kopassus Blokir Pengadilan Militer

Sidang Anggota Kopassus
Sidang Anggota Kopassus

JOGJA- Seratusan orang yang tergabung dalam Kawulo Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar aksi dukungan terhadap 12 anggota Kopassus, Senin (19/8). Aksi mengiringi sidang Cebongan yang mengagendakan jawaban Oditur Militer terhadap pembelaan penasihat hukum. Dalam sidang disebutkan Sersan Dua Ucok Simbolon tetap didakwa hukuman penjara 12 tahun dan dipecat dari TNI.

Massa menggelar aksi di depan gedung Pengadilan Militer II/11 Yogyakarta, ringroad Timur Ketandan, Banguntapan, Bantul. Mereka sempat menutup dua ruas jalan ringroad timur dengan memarkir kendaraan roda dua dan empat di tengah jalan. Sedangkan peserta aksi berdiri di sepanjang pembatas jalan jalur lambat dan jalur cepat.

Akibat pemblokiran itu, aparat kepolisian sempat mengalihkan arus lalu lintas. Penutupan ruas dilakukan mulai dari simpang empat Blok O hingga simpang empat Ketandan. Selain memblokir jalan lingkar timur, massa juga menutup pintu masuk Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta dengan dua unit mobil yabg kemudian digunakan untuk berorasi.

Koordinator aksi Ferian Nugroho mengatakan Kawulo Ngayogyakarta merupakan gabungan dari 30 elemen masyarakat se-DIY. “Kami bukan massa bayaran. Ini adalah bukti kecintaan kami kepada TNI, Polri, dan institusi manapun yang peduli keadilan,” serunya.

Seusai sidang berkas satu dengan terdakwa eksekutor Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik massa pun langsung memblokir pintu masuk Dilmil II-11 Yogyakarta. Mereka tidak terima dengan pernyataan yang disampaikan Oditur Militer.

Oditur Militer yang diketuai Letkol Budiharto tetap menuntut eksekutor penyerangan Lapas Cebongan, Ucok Simbolon dengan hukuman penjara 12 tahun penjara dan dipecat dari TNI. Oditur Militer juga tetap pada tuntutannya terhadap terdakwa dua Serda Sugeng Sumaryanto dengan hukuman penjara selama sepuluh tahun dan dipecat dari TNI. Juga terdakwa tiga Koptu Kodik dengan hukuman penjara selama delapan tahun dan dipecat dari TNI.

Ia mengatakan bahwa pembelaan tim penasihat hukum terdakwa yang menyebutkan bahwa terdakwa melakukan tindakan penyerangan karena dalam kondisi stres dissorder tidak bisa diterima. Karena saksi ahli yang dihadirkan ternyata tidak pernah memeriksa kondisi psikologis terdakwa.

Sementara itu menjelang vonis bagi Ucok Cs masyarakat dihebohkan dengan kemunculan video pembunuhan Serka Heru Santoso, anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan yang menjadi pemicu eksekusi di LP Cebongan. Saat menyambangi youtube, Senin (19/8) video itu diunggah pada  Jumat (16/8) oleh seseorang beridentitas Mata Hari. Video itu berjudul Peristiwa Pembunuhan Serka Heru Santoso. Tayangan di situs berbagi video itu sekitar 13 menit.

Heru terlihat di video itu melerai sebuah keributan. Tapi tak lama, dia malah menjadi korban pengeroyokan. Heru dipukul seorang yang disebut di video itu dengan tanda panah bernama Adi. Setelah Heru jatuh, lalu ditusuk pisau oleh Dedi.  Pelaku lainnya bernama Juan Mambait menginjak-injak Heru, yang diikuti Diki Sahetapy. Kemudian ada juga tayangan, jenazah Heru yang mengalami luka di dada. Heru tewas karena luka tusuk tepat di jantung. Detik | Antara

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR