JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Beternak Love Bird: Semula Hobi Kini Jadi Andalan Raup Rupiah

Beternak Love Bird: Semula Hobi Kini Jadi Andalan Raup Rupiah

2617
BAGIKAN
Beternak Love Bird, Semula Hobi Kini Jadi Andalan Raup Rupiah
Beternak Love Bird, Semula Hobi Kini Jadi Andalan Raup Rupiah

Memulai sebuah usaha tak harus bermuluk-muluk dengan modal selangit. Berangkat dengan uang saku yang ada dan bermodalkan hobi pun dapat mendatangkan kesuksesan.

Seperti yang ditekuni Nurrohman Aji Utomo, lulusan Fakultas Hukum UNS, yang saat ini tengah menimba ilmu Magister Hukum di UGM ini dengan beternak love bird. Berangkat dari hobinya memelihara burung tahun 2009 silam. Aji bertekad untuk mengubah hobinya agar bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Bermodalkan dua pasang ekor love bird, Aji memulai usahanya lima tahun lalu. Jatuh bangun telah dilakoninya. Mulai dari belajar perawatan hingga membuka pasar. Hingga saat ini koleksi burungnya telah mencapai 20 pasang love bird.

“Beternak love bird itu mudah, asalkan kita paham karakter burung dan makanannya. Berbeda dengan burung hias lainnya, love bird tidak membutuhkan makanan tambahan yang aneh-aneh. Cukup dengan jangkrik dan vitamin,” terangnya.

Love bird merupakan burung kicauan sekaligus burung hias yang sangat disukai dan diburu penggemarnya. Jenis burung ini tidak termasuk burung musiman, sehingga pangsa pasarnya tetap stabil dan menjanjikan. “Dulu love bird disukai karena bulunya yang cantik, namun sekarang lebih disukai karena kicauannya yang merdu dan bernada khas,” ujarnya.

Memulai bisnis lovebird tak membutuhkan modal besar, cukup merogoh kocek Rp 600.000 untuk membeli sepasang anakan, kandang dan biaya perawatan. Kemudian menunggu masa panen selama tiga hingga empat bulan untuk siap kawin. Harga sepasang indukan love bird bisa mencapai harga Rp 3,5 juta.

Love bird sendiri ada beberapa jenis dan kelas, seperti klep dan non klep. Klep adalah lingkaran hitam di sekeliling mata berbentuk seperti kacamata, serta motif bulu blorok,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa kendala yang biasa ditemui oleh seorang pemula adalah, pemilihan jenis kelamin yang sulit dilihat secara kasat mata. Kemudian proses adaptasi yang perlu kejelian dari pemilik.“Solo masih menjadi barometer ternak love bird sejak tahun 1980-an silam hingga saat ini, sehingga bisa dikatakan bisnis ini sangat menjanjikan. Ditambah dengan fluktuasi harga yang tidak terlalu tajam. Bisnis ini sangat cocok bagi mahasiswa, karena tidak menyita waktu. Perawatan selain memberi makan, tiga hari sekali bisa,” akunya.

Lebih lanjut dikatakan, bisnisnya saat ini telah merambah pulau Jawa semisal Jakarta dan Surabaya. Diakuinya untuk melayani pengiriman keluar pulau dirinya masih belum menyanggupi. Mengingat persyaratan kargo pesawat terbang yang rumit. Ditambah dengan kondisi love bird yang rentan adaptasi tempat.

“Biasanya pengiriman melalui jalur darat lewat kereta api. Burung cukup dimasukkan kandang besi, ditutup dengan kain atau koran supaya tidak setres dan diberi makan secukupnya. Perjalanan kereta biasanya memakan waktu satu hari, kalau pesawat bisa beberapa hari,” ucapnya.

Ditambahkan Aji, dirinya selama ini melakukan pemasaran melalui website, selain telah ada beberapa pedagang yang menyambanginya. Melihat prospek yang cerah di bisnis peternakan burung. Ke depan dirinya bakal melebarkan sayap beternak burung jenis kenari dan blackthroat Adilla Prasetyo Wibowo