JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Buka Posko Lebaran, Bulog Jual Beras Premium

Buka Posko Lebaran, Bulog Jual Beras Premium

261
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO- Perum Bulog Subdivre III Surakarta, selama H-10 hingga H+7 Idul Fitri 2013 membuka Posko Lebaran di Karangwuni Klaten dengan memberikan layanan konsumsi gratis bagi pemudik yang melintas di wilayah tersebut.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Edhy Rizwan mengatakan, operasional Posko Lebaran tersebut nantinya dikelola langsung oleh Bulog dengan menyediakan beragam kebutuhan makanan dan minuman yang bersumber dari hasil olahan para petani di eks Karesidenan Surakarta.

“Jadi, nanti disana disediakan berbagai macam kebutuhan konsumsi seperti kopi, gula, camilan yang diberikan gratis bagi pemudik yang kebetulan melintas. Bahkan, di situ kita juga menjual beras premium dengan harga terjangkau,” ujar Edhy, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (31/7).

Menurut Edhy, pemberian konsumsi secara gratis tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kelelahan yang berpotensi mendera para pemudik kendaraan roda dua yang melintas di sekitar Karangwuni.

Mengenai penjualan beras premium, dilakukan lantaran ketahanan stok beras di gudang Bulog hingga saat ini masih mampu mencapai 11 bulan ke depan.

Untuk total ketersediaan beras dari hasil pengadaan padi di sentra produksi padi wilayah Surakarta, sepanjang periode Januari 2013 hingga Juli 2013 sebanyak 96.000 ton atau telah terealisasi 70 persen dari total target awal tahun ini 130.000 ton.

“Dengan kondisi seperti itu, kita cukup optimistis sisa lima bulan ke depan mampu merealisasikan target pengadaan beras sebanyak 130.000 ton. Maka dari itu, kita akan melakukan move ke luar daerah,” ungkap Edhy.

Pada Agustus mendatang, Edhy menyampaikan, pihaknya akan menyalurkan beras dengan pola distribusi secara reguler. Selama mengadakan program safari Ramadan tahun ini, Perum Bulog Surakarta kini telah menyalurkan beras kelas premium kategori C4 Super sebanyak 9 ton di beberapa wilayah Surakarta.

Disinggung mengenai realisasi penyaluran beras bagi warga miskin (Raskin) selama tahun ini, Edhy menegaskan, pola penyalurannya melalui Raskin ke-13, 14 dan 15 secara merata di tiap wilayah. Hal ini dikarenakan, tingkat konsumsi masyarakat Surakarta terbilang sangat tinggi seiring meningkatnya aktivitas khususnya di bulan Ramadan.

“Bahkan, mayoritas konsumen kita lebih memilih beras seharga Rp 14.400 per kilogram ketimbang seharga Rp 9.000 per kilogram. Kondisi ini membuktikan daya beli masyarakat masih tinggi meski terkena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM),” tandas Edhy.  Fariz Fardianto