JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Market Bursa Melemah dan Rupiah Loyo, Ada Apa?

Bursa Melemah dan Rupiah Loyo, Ada Apa?

238
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Pelemahan bursa akhir-akhir ini menyita perhatian banyak investor.  Setelah sempat menyentuh level tertinggi di 5.250 akhirnya melorot hingga 4.170 atau sekitar 20 persen. Pelemahan ini terjadi hanya dalam tempo tiga bulan dimulai bulan Juni. Tentu saja membuat khawatir khususnya investor yang baru masuk bursa saat indeks di di atas 5.000-an.

Terdapat dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap peristiwa ini, yaitu eksternal dan internal namun keduanya sangat berkorelasi. Faktor eksternalnya adalah rencana The Fed AS memangkas Quantitatie Easing III (QE) senilai 85 juta dolar AS. Sedianya kebijakan ini akan diputuskan saat Fed meeting akhir bulan ini. Kebijakan ini berakibat pengetatan dolar di AS sehingga memicu penarikan dolar dari berbagai penjuru dunia atau apa yang kita kenal capital outflow termasuk di Indonesia.

Pengetatan ini membuat dolar menguat terhadap mata uang asing termasuk Indonesia, bisa kita sebut menjadi faktor internal. Sekedar informasi, rupiah hingga minggu kemarin melemah hingga menembus level Rp 11.000-an per dolar AS. Penguatan dolar atau pelemahan rupiah ini membuat panik banyak investor, karena pertanda arus dana asing keluar (capital outflow) begitu derasnya.

Segi positifnya adalah menguntungkan eksportir dan mengerem laju impor, sehingga isu defisit neraca perdagangan bisa berkurang. Namun, karena ekspor kita mayoritas berupa komoditas seperti CPO dan batubara, keuntungan ini tidak begitu signifikan mengingat harga dunia keduanya masih rendah.

Lalu langkah apa yang perlu dipertimbangkan investor?. Harga saham yang sangat terdiskon bisa terus kita cermati terutama saham bluechip. Pemerintah akhir minggu lalu juga mengumumkan kebijakan terkait gonjang-ganjing bursa, salah satunya adalah aksi buyback emiten BUMN.

Kedua hal tersebut setidaknya menjadi hal positif atas peristiwa ini, potensi penguatan harga saham selalu terjadi setelah pelemahan yang drastis. Dengan level indeks 4.170, potensi pelemahan cenderung masih ada untuk mencoba level psikologis 4.000. Strategi akumulasi saham bluechip secara bertahap bisa dipertimbangkan. Investor bisa menyimpannya hingga setidaknya laporan keuangan tahunan 2014 atau sekitar Maret hingga Mei. -salam investasi-