JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Bus Terjun Jurang, 19 Tewas

Bus Terjun Jurang, 19 Tewas

538
Kecelakaan Bus Giri Indah di Cisarua
Kecelakaan Bus Giri Indah di Cisarua

BOGOR—Bus pariwisata Giri Indah jatuh ke jurang sedalam 12 meter di Jalan Raya Puncak, Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/8) pagi.  Kecelakaan itu diduga karena bus mengalami rem blong. Akibatnya, 19 orang tewas dan 37 luka-luka. Saat kejadian, bus membawa rombongan jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kelapa Gading yang baru saja mengikuti acara di Kota Bunga Cisarua.

Kanit Lantas Polsek Cisarua AKP Mashudi, menjelaskan bus melaju dari arah Cianjur menuju Jakarta dengan kondisi yang kurang layak jalan karena speedometer tidak berfungsi. Bus yang dikemudikan oleh Amin (47) melaju dengan kecepatan normal dan tidak ugal-ugalan. Begitu tiba di jalan menurun yaitu sekitar puncak, tepatnya sekitar kebun teh di Kampung Pengasuhan kondisi bus mulai tak stabil. Sekitar 400 meter sebelum lokasi kejadian, kecepatan bus bertambah.

Saat menyadari rem blong, sopir mulai tak bisa mengendalikan laju busnya, dan begitu tiba di jalan yang agak berbelok ke kiri, bus langsung menabrak mobil Suzuki Carry pengangkut Elpiji, motor dan warung di kanan kanan. Mobil pengangkut Elpiji akhirnya ikut terdorong ke dalam jurang yang terdapat aliran sungai.

Kapolres Bogor AKBP Asep Syafrudin menjelaskan pihaknya menemukan tanda-tanda ketidaklayakan pada kondisi bus Giri Indah. “Dari hasil olah tempat kejadian, sementara kita menemukan ada beberapa kemungkinan adanya indikasi ketidaklayakan pada bus,” kata Kapolres.

Dikatakannya, hasil identifikasi tim Lakalantas Polres bersama Analis Mabes Polri dan Polda Jabar ada banyak kemukinan penyebab kecelakaan. “Kami menemukan kondisi ban belakang sudah tidak layak, keduanya botak baik ban kiri maupun kanan,” kata Kapolres.

Selanjutnya, kata Kapolres, dari radius sekian meter dari lokasi kejadian tidak tampak adanya tanda-tanda pengereman. “Apakah ada rem blong atau faktor lain masih kita dalami,” katanya. Kapolres menyebutkan, dalam penyelidikan penyebab kecelakaan, Polres Bogor dibantu oleh Puslabfor Mabes Polri yang akan menguji kondisi rem apakah berfungsi atau tidak.

Saat ini sebanyak delapan orang saksi telah diperiksa terkait kecelakaan tersebut. Para saksi berasal dari warga setempat, supir, kondektur, sopir cadangan serta sejumlah korban. Sopir bus, Muhammad Amin (47) belum diamankan karena ikut menjadi korban dan menjalani perawatan di RSPG Cisarua. “Sopir bus dalam pengawasan kita, dia belum kita periksa karena saat ini kondisinya juga ikut jadi korban,” kata Kapolres.

Kapolres menuturkan dalam kecelakaan tersebut, jumlah korban ada 54 orang, satu korban berasal dari warga setempat, sisa 53 korban dari jemaat GBI Kelapa Gading. “Jumlah penumpang bus ada 50 ditambah tiga awak yakni supir, kondektur dan supir cadangan,” kata Kapolres.

Korban meninggal sebanyak 19 orang terdiri dari 6 laki-laki dan 13 perempuan, satu korban atas nama H Ajid adalah warga sekitar. “Juga ada satu korban luka dari warga yang ikut ketabrak bus saat menghantam warung material sebelum masuk ke sungai,” kata Kapolres.

Kapolda Jawa Barat, Irjen (Pol) Suhardi Alius, langsung mengunjungi lokasi kejadian. Kapolda mengatakan Muhamad Amin, sopir Bus Giri Indah menjadi tersangka dan akan dikenakan pasal berlapis dengan KUHP dan UU Lalu Lintas. “Sopir akan kita kenakakan pasal berlapis, karena telah berbuat lalai yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan luka-luka,” katanya.

Suhardi datang meninjau lokasi kecelakaan bus didampingi Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen (Pol) Pudji Hartanto. Suhardi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan tim dari Polda Jabar. “Untuk mengetahui penyebab, kita menunggu kajian dan investigasi tim teknis. Apakah karena faktor manusia atau human error, kendaraan atau karena sarana pra sarana, nah itu semua baru diketahui setelah tim bekerja,” katanya.

Menurutnya, sopir paling bertanggung jawab dalam kecelakaan ini. “Sopir dalam kecelakaan harus bertanggungjawab terhadap keselamatan penumpang, dan sudah pasti akan jadi tersangka,” tambahnya.

Sementara dari pihak PO Giri Indah memastikan penumpang bus yang menjadi korban kecelakaan di Cisarua adalah jemaat sebuah gereja di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Mereka dijemput dari Kota Bunga, Cisarua.

Hadi, salah seorang petugas Giri Indah mengatakan data dan informasi terkait penyebab kecelakaan tersebut sedang dikumpulkan. “Sekarang semua sedang dikoordinasikan,” ujar Hadi. Menurut Hadi, bus itu tidak ikut mengantar, namun hanya bertugas menjemput saja. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, tak ada biaya penyewaan karena sang pemilik bus kenal dengan jemaat tersebut. “Itu gratisan, karena bos kenal dengan jemaat, jadi menyediakan,” terangnya.

Pada bagian lain, Jasa Raharga memastikan seluruh korban kecelakaan di Cisarua, mendapat santunan asuransi. Korban meninggal dapat Rp 25 juta untuk ahli warisnya. “Kami berikan santunan pada korban, kalau meninggal akan diberikan santunan ke ahli waris masing-masing maksimum Rp 25 juta,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Jabar, I Ketut Suadnya.

Untuk korban luka, santunan yang diberikan maksimal Rp 10 juta. Saat ini, tim dari Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisi para korban. “Prosedurnya, kita proaktif termasuk dengan rekan-rekan kami di Jakarta. Saya kirim alamatnya kemudian mereka mencari untuk diberikan santunan,” terangnya.

Adapun data korban meninggal dunia yakni Toto Sudarto warga Pondok Gede, Sandra warga Podok Gede, Lidia Manik dari Bekasi, Hana warga Duta Ranji Bekasi, Tom Simon (62) warga Jalan Swasembada Timur IX/5 Kebon Bawang Tanjung Priok Jakarta,  H Ajid Samsudi (64) Kp Tugu Utara RT 005/RW 004 Cisarua Bogor, Ani warga Bekasi, Ginokon Sihotang (55) Kp Rawa Badung 008/07 Jatinegara Cakung Jakarta Timur, Marcel dari Pondok Cabe, Anton warga Kelapa Gading, Ines warga Bekasi, Eflin Tompi dari Pondok Gede,  Nurlina,  dan Femy warga Bekasi. Antara | Detik

BAGIKAN