JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo City Walk Purwosari Terkendala PKL

City Walk Purwosari Terkendala PKL

406
KELANJUTAN PROYEK CITYWALK--Pekerja menata muatan hasil pembongkaran kelanjutan proyek citywalk Jalan Slamet Riyadi di Kawasan Purwosari, Solo, Rabu (21/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KELANJUTAN PROYEK CITYWALK–Pekerja menata muatan hasil pembongkaran kelanjutan proyek citywalk Jalan Slamet Riyadi di Kawasan Purwosari, Solo, Rabu (21/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

LAWEYAN- Kelanjutan proyek city walk Jalan Slamet Riyadi dari perempatan Solo Center Point (SCP) sampai pertigaan depan SPBU Purwosari mulai dikerjakan. CV Fadia Kencana Solo selaku rekanan telah melakukan pembongkaran dan pengerukan di jalur lambat, sejak Senin (19/8).

“Ini merupakan lanjutan pembangunan city walk Jalan Slamet Riyadi mulai dari perempatan SCP sampai Pertigaan depan SPBU Purwosari,” terang pelaksana lapangan CV Fidia Kencana Solo, Andri Nugroho, Rabu (21/8).

Sejatinya, pembongkaran itu akan dilakukan sebelum Lebaran lalu. Namun di kawasan sepanjang 450 meter ini dipenuhi pedagang kaki lima (PKL), baik siang maupun malam. “Di kawasan ini banyak dipenuhi pedagang dan kami mempertimbangkan mereka juga butuh penghidupan akhirnya baru sekarang bisa dikerjakan,” ungkap dia.

Ia menandaskan, pemasakan paving akan dilakukan secepatnya setelah pembongkaran selesai. “Kami ditarget sampai 19 November mendatang selesai, jadi harus cepat dan kalau bisa malam juga ada pengerjaan,” kata dia.

Namun begitu pihaknya pun masih mempertimbangkan pengerjaan malam hari itu, mengingat di malam hari pun kawasan tersebut tetap penuh dengan PKL.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Ruang Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Surakarta, Nunung Setyo Nugroho menyatakan, kelanjutan city walk dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp 900 juta dari ABPD kota. Konsep city walk lanjutan ini masih sama seperti yang sudah ada, di mana ada tambahan ornamen-ornamen pendukung, seperti kursi, lampu penerang dan taman sebagai ruang terbuka hijau.

“Nanti juga ada toilet mobile-nya juga, jadi anggaran Rp 900 juta itu sudah termasuk penambahan ornamen di sana,” pangkasnya. Ari Welianto

BAGIKAN