Cuaca Ekstrem, Wabah ISPA Meroket 50%

Cuaca Ekstrem, Wabah ISPA Meroket 50%

369
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Memasuki musim pancaroba dengan cuaca ekstrem belakangan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengimbau masyarakat untuk menjaga stamina tubuh dan konsumsi makanan. Imbauan ini dilontarkan menyusul tren mewabahnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang melonjak hingga 50 persen.

Tren peningkatan kasus ISPA itu diketahui dari laporan sejumlah puskesmas dan dokter praktik di rumah. Salah satunya di Puskesmas Karangmalang. Kepala Puskesmas Karangmalang, dr Agus Sukaca mengatakan semenjak perubahan cuaca ekstrem beberapa pekan ini, jumlah pasien ISPA memang menduduki posisi tertinggi dari jenis penyakit lainnya. Jika hari biasa rata-rata hanya ada 10 pasien ISPA, belakangan jumlahnya melonjak hingga 15 pasien.

“Ada kenaikan sekitar 50 persen. Faktor perubahan cuaca yang ekstrem ini memang membuat penyakit ISPA tinggi. Rata-rata gejalanya flu, batuk, disertai panas. Apalagi wabah ISPA itu kan cepat menular. Biasanya kalau di kelas ada satu anak yang kena, maka sangat rentan menular ke siswa lain,” ujarnya kepada Joglosemar, Rabu (14/8).

Baca Juga :  5 Bulan Hilang, ABG Asal Sumberlawang Ini Belum Ditemukan

Kendati terjadi lonjakan, menurutnya, mayoritas pasien ISPA yang datang belum sampai pada taraf yang berat. Mereka biasanya hanya rawat jalan dan ketika sudah diberi obat akan sembuh paling lama sepekan. Selain menjaga daya tahan tubuh, menghindari polusi debu, konsumsi makanan dan minuman sehat adalah solusi untuk mencegah penyebaran ISPA.

Senada, Kepala Puskesmas Kedawung I, dr Wisnu Retanningsih juga membenarkan jumlah kunjungan pasien ISPA di puskesmas maupun di rumah tempat praktiknya juga melonjak. Bahkan, ia mencatat belakangan jumlah pasien yang berobat ke rumah praktiknya di Karangmalang, bisa menembus angka 30 orang per hari.

Baca Juga :  Komplotan Maling Bobol 6 Gembok Kios di Pasar Plupuh. Yang Digasak Segini Banyaknya..

Kendati demikian, seperti halnya di Karangmalang, kasus ISPA yang ditangani di Kedawung maupun di rumahnya juga masih dalam taraf ringan hingga sedang, dan rata-rata masih bisa disembuhkan.

Terpisah, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKK Sragen, Pratondo membenarkan adanya peningkatan kasus ISPA utamanya dalam bentuk flu, batuk, maupun demam. Sebagai pencegahan, selain mengonsumsi makanan sehat dan buah-buahan, menjaga stamina dan daya tahan tubuh adalah salah satu pencegahnya. Wardoyo

BAGIKAN