JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Dalang Cilik yang Ingin Lestarikan Budaya Negeri

Dalang Cilik yang Ingin Lestarikan Budaya Negeri

555
BAGIKAN

Pranowo Aryo Widyastoto

Pranowo Aryo Widyastoto
Pranowo Aryo Widyastoto

Diantara banyaknya generasi muda masa kini yang terhipnotis dengan budaya asing, ternyata masih ada putra bangsa yang tetap mencintai budaya negeri sendiri. Salah satunya adalah Pranowo Aryo Widyastoto. Siswa kelahiran Sukoharjo, 11 Januari 2001 ini justru menggeluti bidang pedalangan dan menjadi dalang cilik.

Menekuni seni pedalangan sejak bangku kelas dua sekolah dasar, Aryo begitu ia disapa, telah memiliki beberapa prestasi. Terbaru, siswa kelas VII SMP Batik Solo ini meraih prestasi membanggakan dalam Festival Temu Dalang Cilik se-Nusantara ke-5 yang digelar Juni lalu di Taman Budaya Surakarta sebagai Dalang Ngabehi, atau dalang yang dianggap memiliki kemampuan mumpuni dalam karawitan, gendingan dan sulukan.

Suka maupun duka sebagai dalang cilik telah dirasakan Aryo, seperti saat pentas di Setinggil Keraton Solo dan penampilan di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. “ Kalau sukanya, bangga bisa main di Keraton Solo pada acara wetonan. Selain itu pernah pentas di luar kota, seperti ISI Jogja. Dukanya kalau pulang pentas hingga larut malam, paginya langsung sekolah, jadi di sekolah merasa ngantuk,” imbuhnya.

Ketertarikan Aryo yang menyukai tokoh Kresna dalam pewayangan ini menuturkan dunia dalang berawal dari mimpi di suatu malam dan kesukaannya bermain wayang yang disimpan oleh ayahnya di sebuah lemari. “Dulu pernah mimpi dipangku eyang saya Mbah Dono yang juga seorang dalang. Saat pentas, saya dipangku. Sejak saat itu langsung terpikir untuk menekuni pedalangan. Kebetulan keluarga saya merupakan keturunan dalang, ”ujar putra pasangan Satmoko dan Ika Ratih Pertiwi yang bercita-cita menjadi seorang dalang kondang dan ingin pentas ke luar negeri ini.  Maya Lupita Adriana