JOGLOSEMAR.CO Foto Demi HUT RI, Kakek Sutarman Jalan Kaki Kelilingi Alkid

Demi HUT RI, Kakek Sutarman Jalan Kaki Kelilingi Alkid

359
BAGIKAN

180813-ZAM-Jalan 12 JamBanyak cara dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) setiap 17 Agustus. Tapi beda yang dilakukan Sutarman (70),  warga RT 02 RW V Jogosuran, Danusuman, Serengan, menyambut Kemerdekaan RI dengan cara unik dan ekstrem. Dia berjalan selama 12 jam nonstop mulai pukul 06.00-18.00 WIB mengelilingi Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Kasunanan Surakarta, Jumat (16/8).

Dalam aksinya, dia didampingi enam orang sahabatnya yang ikut berjalan, hanya saja mereka yang mendampingi tidak diharuskan berjalan sampai 12 jam dan bisa berhenti jika tidak kuat. Tapi bagi Sutarman berjalan 12 jam harus diselesai dan tercapai sebagai upaya untuk menyongsong detik-detik Kemerdekaan Indonesia. Bahkan terik panah matahari pun tak menghiraukan dan tetap berjalan.

Tak henti-hentinya ia bernyanyi lagu-lagu perjuangan untuk menyemangati aksi berjalannya ini, bahkan sesekali meneriakkan Merdeka. “Ini untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dan untuk contoh bagi Manula-manula agar tidak kecil hati. Kalau mau berusaha pasti akan dimudahkan, ini juga untuk memotivasi para generasi muda,” ujarnya, Jumat (16/8).

Untuk persiapan sendiri mendadak, baru dilakukan sehari sebelumnya,  Kamis (15/8).  Ketika itu, saat berkumpul dengan  teman-teman Manula ada ide untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia, akhirnya dipilih berjalan mengelilingi Alkid. Tapi ini, menurutnya, hanya biasa olahraga mubeng-mubeng dan aksi berjalan satu hari ini belum pernah dilakukan sama sekali. “Jadi ini itu dadakan saja. Tapi sebelumnya dilakukan persiapan fisik dengan mengecek kesehatan dan tidak apa-apa, makan juga yang teratur tidak minum es dan olahraga. Jika ini berhasil maka ke depan akan saya tingkatkan lagi mungkin bisa dua atau tiga hari,” papar pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1945 ini.

Memang aksi berjalan satu hari ini baru kali pertama, tapi dia sudah pernah melakukan jalan kaki Solo-Tawangmangu maupun Tawangmangu-Sarangan pulang pergi (PP). Di mana ini menjadi ukuran untuk menggelar aksi jalan 12 jam mengelilingi Alkid. “Saya pernah jalan kaki ke tanjakan, memang tidak rutin kalau ada uang bisa dua atau tiga bulan sekali naik dengan berjalan kaki. Ini menjadi ukuran saya, masak jalan Solo-Tawangmanggu saja kuat sini kenapa tidak kuat,” ujar Bapak enam anak ini.

Diceritakannya, perjalanan Solo-Tawangmanggu berangkat pukul 04.00 WIB dan sampai sana pukul 12.30 WIB. Waktu itu ditempuh dengan jalan yang cukup lumayan, santai boleh, serius juga boleh. Untuk Istirahat hanya satu setengah jam di Karangpandan. “Terakhir itu lima bulan lalu, saya juga sering berjalan kaki Solo-Bekonang. Saya itu senang olahraga, pengeluaran pun dilakukan secara pribadi saya bisa cari sponsor tapi saya tidak mau,” imbuh pria yang sehari-hari sebagai pengrajin logam ini.

Lewat Kemerdekaan Indonesia ke-68 ini, ia berharap agar masyarakat Indonesia tetap rukun untuk memikirkan ke depan tidak memikirkan pribadi-pribadi saja. “Indonesia itu saya kira  yang terbaik bagi saja, sebab berdoktrin Pancasila. Mbok Indonesia rukuno untuk membangun Indonesia ke depan seacara gotong-royong,” sambung dia.

Aksi ekstrem ini tidak akan sampai di sini, rencana saat peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang akan dilakukan aksi serupa tapi lebih menarik. “Saat Hari Pahlawan, saya akan lakukan aksi lagi tapi tidak sama seperti  ini,” imbuh dia.

Salah satu temanya, Sudadi (61), mengaku jika Sutarman memang menyukai jalan kaki. Saking  sukanya dia berjalan dari Solo-Tawangmanggu-Sarangan dan selalu bernyali. ”Dia itu penyuka jalan kaki hampir setiap hari selalu mengelilingi Alkid. Bahkan Solo-Sarangan pernah dijalaninya,” tandas warga Kratonan ini. Ari Welianto