JOGLOSEMAR.CO Foto Dewan Adat Cabut Wewenang Raja Solo

Dewan Adat Cabut Wewenang Raja Solo

584
BAGIKAN
KISRUH KERATON--Seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dari pihak Lembaga Adat terlibat keributan dengan pihak Tedjowulan di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (26/8). Keributan tersebut bermula saat akan diadakannya Pengukukan Maha Menteri Tedjowulan yang diselenggarakan di Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
KISRUH KERATON–Seorang abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dari pihak Lembaga Adat terlibat keributan dengan pihak Tedjowulan di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (26/8). Keributan tersebut bermula saat akan diadakannya Pengukuhan Maha Menteri Tedjowulan yang diselenggarakan di Sasono Mulyo Keraton Kasunanan Surakarta. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SOLO –  Perseteruan internal di Keraton Kasunanan Surakarta yang bermuara pada kisruh, Senin (26/8) siang,  berdampak pada pengambilalihan tanggung jawab Raja Keraton Surakarta, Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi oleh Lembaga Dewan Adat.  Pengambilalihan tersebut dilakukan untuk sementara waktu, karena Sinuhun dinilai tidak mampu mengayomi Keraton Kasunanan Surakarta lagi.

“Tadi malam (Minggu, 25 Agustus) malam sudah berkumpul semua anggota Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta dan mereka sudah memberi mandat. Untuk sementara urusan dan tanggung jawab Sinuhun dipegang Dewan Adat. Lembaga Dewan Adat ini merupakan trah PB II sampai PB XIII,”  terang Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng), Senin (26/8).

Gusti Moeng mengatakan, pertemuan  pertemuan pada Minggu malam itu dihadiri oleh kerabat dan sentana dalem Keraton Kasunanan Surakarta dari perwakilan keturunan Paku Buwono (PB) II sampai PB XIII. Pengambilalihan tanggung jawab tersebut menurut dia sekaligus untuk  mengevaluasi keberadaan Sinuhun yang tidak mampu mengayomi Keraton Kasunanan Surakarta.

“Bahkan, Sinuhun sendiri pernah berkata bahwa beliau tidak pernah menandatangani nota kesepahaman yang dulu itu,”  katanya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Keraton Kasunanan Surakarta, KP Eddy Wirabhumi menyatakan,  Sinuhun   telah diberi mandat oleh keluarga besar, namun  tidak bisa mengayomi keluarga besar, sehingga mandat itu dicabut.

“Memang, kemarin selama dua hari berturut-turut diadakan rapat untuk menyikapi dan mengevaluasi Sinuhun. Karena tidak mau menjalankan kewajiban dan terus terusan membuat keributan. Maka gusti-gusti, sentana dalem dan dewan adat memutuskan, ya sudahlah untuk sementara tugas dan  tanggung jawab beliau diambil alih saja,” kata dia.

Dia mengatakan,  dengan pengambilalihan tersebut, maka seluruh keputusan maupun tanda tangan semua urusan  administrasi apapun itu, tidak berlaku. Namun dia menegaskan, seandainya beliau mau kembali seperti dulu sebagai raja, maka mandat tersebut bisa dikembalikan, karena pengambil alihan itu hanya bersifat sementara.

“Memang saat ditanya itu beliau tidak tanda tangan soal kesepakatan rekonsiliasi dan beliau bilang, ‘kalau ada disobek saja’. Kami rekam semua itu. Tapi saat dilalukan evaluasi, ada dokumen bahwa tahun 2012 lalu itu Sinuhun tanda tangan, kami juga ada copyannya,” ungkap dia.

Eddy menambahkan, pengambilalihan tugas dan tanggung jawab Sinuhun oleh Dewan Adat itu sudah diberitahukan pula ke pihak Pemerintah. Menurutnya,  sejauh ini upaya adik-adiknya untuk bertemu dengan Sinuhun guna membahas persoalan keraton tidak berhasil sampai sekarang.

“Kami yakin 100 persen kejadian soal tanda tangan kesepakatan itu, Sinuhun dalam kondisi sakit secara jasmani maupun rohani. Kami bisa buktikan itu, sakitnya apa kami tidak bisa beri tahu dokter saja juga merahasiakan,”  ujar dia.

Sementara itu, juru bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Raden Harya (KRH) Bambang Pradotonagoro  belum berhasil dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai pengambilalihan tanggung jawab Sinuhun, Senin (26/8) malam melalui Ponselnya.  Bambang sempat menerima panggilan ketiga, namun buru-buru mengatakan, “Sebentar, Mas. Ini baru di kantor Polisi, nanti kalau sudah selesai, saya balik telepon,” ujarnya.  * Ari Welianto | Suhamdani