JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Dialog Mesir Temui Jalan Buntu

Dialog Mesir Temui Jalan Buntu

293
BAGIKAN

Pendukung Mursi tetap komit pada tuntutannya yakni mengembalikan jabatan presiden sesuai konstitusi dan Dewan Syuro.

BENTROK—Pengunjuk rasa berlarian menghindari gas air mata saat bentrok dengan polisi setelah pengunjuk rasa membongkar pembatas beton di Jalan Qasr al-Aini, dekat Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir, Kamis (24/1). Mesir memperingati dua tahun revolusi yang menggulingkan  Husni Mubarak dari kursi kepemimpinan. (ant)
Konflik Mesir

KAIRO--Pertemuan Panglima Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, dengan para pemimpin Islam, Minggu (4/8) malam waktu setempat, guna memecahkan krisis menemui jalan buntu. Para pendukung presiden terguling Mohamed Mursi ngotot melawan pemerintahan baru.

“(Jenderal) Sisi bertemu dengan beberapa perwakilan kelompok gerakan Islam. Pertemuan itu ditekankan pada mencari solusi damai guna mengakhiri krisis dan menolak kekerasan,” kata juru bicara Angkatan Bersenjata, Kolonel Ahmed Aly, dalam sebuah pernyataan yang dilansir Tempo.co.

Pedukung Mursi hingga saat ini masih melakukan unjuk rasa duduk di dua lokasi yang telah berlangsung lebih kurang dua bulan. Penumpukan massa penyokong Mursi di Lapangan Rabaa al-Adawiya dan Nahda membuat situasi di ibukota Kairo lumpuh dan memendam potensi perpecahan.

Pihak berwenang berkali-kali memperingatkan mereka agar membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing, bahkan dengan ancaman akan ditindak secara tegas seraya menjanjikan keselamatan mereka. Namun peringatan pemerintah tidak diindahkan.

Bahkan mereka menuntut kepada pemerintahan sementara agar posisi Mursi -presiden hasil pemilihan bebas dan demokratis yang digulingkan militer 3 Juli 2013- dikembalikan seperti sedia kala.

Menyusul pertemuan dengan Wakil Menteri Amerika Serikat William Burns, kelompok Islam Al Ikhwan Al Muslimin pendukung Mursi tetap komit pada tuntutannya yakni mengembalikan jabatan presiden sesuai konstitusi dan Dewan Syuro.

Sementara itu, utusan khusus Barat dan negara-negara Arab menemui pemimpin senior Al Ikhwan Al Muslimin, Kahirat el-Shater, dipenjara. Kabar tersebut diwartakan kantor berita Mesir, Mena.

Mengutip  keterangan sumber, Mena menerangkan, para utusan khusus itu mencoba menjadi penengah guna mengakhiri krisis di Mesir. Sebelumnya, para utusan ini telah mendapatkan izin dari Kejaksaan Agung untuk menemui Shater.

“(Delegasi) menemui Shater dari pukul 12 (tengah malam) hingga pukul 1 pagi waktu setempat,” ujar sumber, Senin (5/8). Beberapa sumber mengatakan kepada Al Jazeera, Shater menolak negosiasi dan tetap kekeuh agar delegasi (Barat dan negara Arab) bertemu dengan presiden terguling Mohamed Mursi.

Shater adalah pemimpin berpengaruh di Al Ikhwan Al Muslimin yang dituduh terlibat dalam pembunuhan semasa unjuk rasa beberapa waktu lalu saat penggulingan Mursi.  Tri Hatmodjo