JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Dianiaya di Malaysia, TKW Tewas Mengenaskan

Dianiaya di Malaysia, TKW Tewas Mengenaskan

332
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

PONTIANAK-Satu lagi, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menjadi korban penganiayaan. Seorang wanita asal Kalimantan Barat, Ester Ria (32), pulang dalam kondisi luka penuh lebam sekujur tubuhnya. Warga Desa Selange, Kecamatan Meranti, Kalbar tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit, Sabtu (3/8). Diduga, dia dianiaya sang majikan.

Dokter Jaga RSUP Landak, dr Leo, mengatakan pasien ini masuk ke RSUP Landak dengan diantar oleh keluarganya, Jumat (2/8), malam dengan kondisi luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. “Kita belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita pasien, karena pasien belum dapat berbicara banyak dan saat masih dilakukan pemeriksaan,” ujar Leo, Sabtu (3/8).

Saat menjalani perawatan, Ester terus menginggau dengan berkata-kata yang tidak jelas sembari mengerang kesakitan. Luka lebam yang ada pada tubuhnya, diduga akibat kekerasan atau benturan benda tumpul. Dari dokumen medis pengantar diketahui Ester sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis di Hospital Serian Malaysia pada 22 Juli dan selanjutnya dijemput pihak keluarga untuk dipulangkan ke Indonesia.

Sementara pihak keluarga Ester di Desa Selange, kecamatan Meranti, sangat kecewa atas nasib pilu yang dialami Ester. Padahal Ester saat pergi ke Malaysia dalam kondisi sehat. “Kami tidak terima atas derita yang dialami Ester, apalagi hampir di sekujur tubuhnya penuh luka lebam,” kesal Kurniawan, sepupu korban.

Keluarga sampai detik ini belum menerima adanya pertanggungjawaban dari pihak agen penyalur tenaga kerja yang membawa Ester ke Malaysia. “Pemerintah Kabupaten Landak belum merespons kejadian yang menimpa Ester, sejauh ini semua biaya perawatan masih menjadi tanggungan keluarga, dan kami berencana mengurus Jaminan Kesehatan untuk meringankan biaya perawatan Ester di Rumah sakit,” terangnya.

Keluarga mengancam akan melakukan sweeping terhadap kendaraan-kendaraan Malaysia yang masuk ke wilayah Kalimantan Barat apabila kasus yang menimpa Ester tidak ditindaklanjuti pemerintah.

Setelah menjalani perawatan, nyawanya tak tertolong walau pihak RSUD Landak, Kalbar sudah berupaya merawat Ester karena luka yang dideritanya. Ester menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 14.30 WIB, Sabtu.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemkab Landak, Nyemas Srikandi, mengatakan pihaknya sejak awal terus mendampingi dan memantau kasus yang menimpa TKW ini. “Kami kesulitan mengorek keterangan korban, karena saat dibawa ke rumah sakit korban dalam keadaan tak sadarkan diri,” ujar Nyemas.

Nyemas menambahkan keluarga korban juga tidak mengetahui penyebab korban menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. “Keluarga juga tidak tahu penyebab luka-luka yang dialami korban,” terangnya.

Namun untuk riwayat keberangkatan korban ke Malaysia, diketahui korban merupakan TKW ilegal. “Bisa jadi Ester menjadi korban perdagangan manusia, karena siapa yang memberangkatkan dan mempekerjakan korban tidak diketahui,” tuturnya.

Untuk biaya perawatan dan pemulangan jenazah korban ke desanya sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Landak. “Kita meminta keluarga segera mengurus surat keterangan miskin supaya mendapat Jaminan Kesehatan,” tegasnya.

Sayangnya keterangan tak simpatik datang dari Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Pontianak, Toto Tirang. Menurut dia kasus Ester Ria bukan tanggung jawab pihaknya.  “Kami tidak bertanggung jawab soal kasus itu, pertanyaan saudara seharusnya bukan ditujukan ke pihak kami,” ketus Toto. Detik