Digendam di Mal, Uang dan Handphone Raib

Digendam di Mal, Uang dan Handphone Raib

254
ilustrasi
ilustrasi

SOLO—Masyarakat diminta hati-hati dan waspada dengan kejahatan gendam yang mulai mengintai jelang lebaran. Seorang perempuan, Dyah Kristiani (22), warga Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo menjadi korban gendam saat hendak menonton film di mal Solo Square (SS), Senin (29/7) lalu pukul 19.00 WIB. Akibatnya, uang tunai Rp 2,2 juta yang ia bawa serta dua handphone yakni BlackBerry dan Samsung kesayangannya raib dibawa kabur pelaku.

Menurut informasi yang dihimpun Joglosemar, korban digendam saat berada di tangga eskalator. Saat hendak naik ke lantai atas melalui tangga itu, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Kemudian pelaku yang menepuk pundak itu mengajak korban makan di salah satu tempat makan di mal tersebut. Dalam perbincangan keduanya, pelaku mengaku membutuhkan uang untuk pulang ke Pontianak. Kepada korban, pelaku mengaku memiliki ilmu gaib yang bisa menyembuhkan orang sakit.

Korban yang hanya bisa mengiyakan apapun yang dikatakan pelaku akhirnya menuruti semua permintaan pelaku. Awalnya korban di suruh untuk membeli telur di mal tersebut. Namun sebelum membeli telur, korban diminta mengeluarkan semua isi dalam tasnya, seperti uang, handphone, dan peralatan kecantikan. Alangkah kagetnya ketika usai membeli telur, barang-barang berharga beserta pelaku sudah tidak ada di tempat.

“Setelah saya kembali ke tempat makan itu, ternyata pelaku sudah tidak ada. Barang-barang saya juga raib. Ternyata saya baru sadar jika telah menjadi korban gendam,” kata Dyah saat melapor ke Polsek Laweyan, Kamis (1/8).

Mengetahui telah menjadi korban gendam, korban kemudian melapor ke bagian sekuriti mal dan Polsek Laweyan. Di Polsek ia juga menunjukkan rekaman CCTV yang dipasang di mal itu. “Di CCTV itu pelaku terekam cukup jelas saat beraksi,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Laweyan Kompol Yuswanto Ardi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan penyelidikan dan memeriksa CCTV berisi aksi pelaku milik mal tersebut. “Masih kita selidiki dengan memeriksa korban dan CCTV yang merekam aksi pelaku,” kata Kompol Ardi. Rudi Hartono

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR