Disbudpar Siap Lepas Kios Buku Sriwedari

Disbudpar Siap Lepas Kios Buku Sriwedari

349

Dewan Desak Alih Kelola ke DPP

PENGALIHAN PENGELOLAAN ASET--Warga mencari buku yang akan dibelinya di pusat penjualan buku murah di belakang Sriwedari, Solo, Selasa (13/8). Kios buku murah yang selama ini asetnya dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan dialihkan pengelolaannya kepada Dinas Pengelolaan Pasar Kota Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
PENGALIHAN PENGELOLAAN ASET–Warga mencari buku yang akan dibelinya di pusat penjualan buku murah di belakang Sriwedari, Solo, Selasa (13/8). Kios buku murah yang selama ini asetnya dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan dialihkan pengelolaannya kepada Dinas Pengelolaan Pasar Kota Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BALAIKOTA- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surakarta siap melepas pengelolaan aset kios buku Sriwedari ke Dinas Pengelolaan Pasar (DPP). Pelepasan aset tersebut diperlukan untuk optimalisasi pengelolaan.

Kepala Disbudpar Widdi Srihanto mengatakan, jumlah kios buku Sriwedari jumlahnya ada sebanyak puluhan. Dari jumlah tersebut 22 kios diketahui mengalami kebakaran dan sekarang sudah dibuatkan kios darurat untuk sementara digunakan berjualan.

“Setelah Lebaran ini ada wacana dari DPRD agar aset kios buku Sriwedari yang saat ini dikelola Disbudpar  dikelola oleh DPP,” ujar Widdi, Selasa (13/8).

Dikatakan Widdi, jika itu benar terjadi pihaknya akan sangat siap melepasnya. Bahkan dia tidak mempermasalahkan kios buku Sriwedari dikelola Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) manapun. Yang terpenting menurutnya, keberadaan kios buku di sana tetap berada di belakang kompleks  Sriwedari.

Baca Juga :  Puan Ingatkan Pentingnya Revolusi Mental

“Sebagai identitas yang sudah ada sejak lama, keberadaan Busri harus dipertahankan di lokasi sekarang. Soal siapa nantinya siapa yang mengelola bagi kami tak masalah,” katanya.

Seperti diketahui,  kalangan DPRD sempat mendesak pengelolaan Busri agar diserahkan ke DPP. Instansi yang membawahi pedagang kaki lima (PKL) itu dinilai lebih cocok mengelola kios buku di Sriwedari. Terlebih kapasitas dan kemampuan DPP dalam mengelola kios buku Sriwedari diyakini akan membuat keberadaan kios buku luas akan lebih bergairah.

Diakui Widdi, pelimpahan aset tersebut baru bisa dilakukan setelah renovasi kios rampung. Sebelum itu dilakukan akan lebih menyulitkan pihak pengelola barunya nanti. Selain itu, penghapusan aset yang terbakar juga harus dilakukan terlebih dulu.

Baca Juga :  Proyek Kabel Bawah Tanah PLN Area Solo Ditarget Kelar Tahun Ini

“Ketika renovasi selesai dilakukan kami siap melakukan penyerahan semua aset kepada siapa pun yang ditunjuk Pemkot untuk mengelola kios buku Sriwdari,” jelasnya.

Kepala DPP Subagiyo mengatakan, secara teknis kami siap mengelola kios buku Sriwedari jika Walikota Surakarta menunjuk DPP sebagai pihak pengelolaan aset. Kalau instruksi Walikota belum ada pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh.

“Intinya, keputusan kios buku Sriwedari ada ditangan Walikota. Jika sudah ada bukti otentik penyerahan aset ke DPP kami siap menjalankannya,” katanya.  * Muhammad Ismail

BAGIKAN