JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Dua Kali Gagal, Kakek Sukses Bunuh Diri

Dua Kali Gagal, Kakek Sukses Bunuh Diri

259
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SRAGEN—Entah apa yang ada di benak Kasmadi (60), warga Dukuh Badran RT 31, Gondang, Sragen. Pria renta itu nekat mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke dalam sumur yang ada di belakang rumahnya, Sabtu (3/8).

Ia sukses bunuh diri setelah dua kali upaya sebelumnya selalu gagal. Jasadnya ditemukan sudah mengapung di dalam sumur berkedalaman 15 meter sekitar pukul 03.30 WIB. Aksi nekat Kasmadi didengar kali pertama oleh adiknya, Kusmiyanto (58). Menurut penuturannya, sekitar pukul 03.30 WIB, ia mengaku mendengar suara berisik seperti sesuatu jatuh ke air.

Karena cukup keras, ia pun curiga dan berusaha mencari sumber suara. Bayangannya langsung teringat kakaknya yang memang mengalami gangguan psikologis dan sudah dua kali berusaha bunuh diri dengan mencebur ke sumur.

Kusmiyanto menjelaskan, kakaknya memiliki riwayat sakit jiwa dan pernah mendapat perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo sebanyak tiga kali. Akibat gangguan mentalnya itu, kakaknya sering linglung dan berkali-kali ingin bunuh diri.

“Semula saya nggak kepikiran. Tapi waktu dengar suara jegur cukup keras, ingatan saya langsung ke kakak saya. Lalu saya ditemani anak ke sumur belakang rumah. Saya melongok ke sumur tetapi gelap. Saya panggil orang kampung. Saya minta mereka melihat ke sumur. Saat itu saya cek kakak saya tidak ada di rumah,” kata Kusmiyanto.

Kusmiyanto mengaku, melihat kakaknya gelisah beberapa hari sebelum melakukan aksi nekat bunuh diri dan ditemukan meninggal di sumur. Ia menduga sakit kakaknya kambuh sehingga nekat mengakhiri hidup.

Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando melalui Kasubbag Humas, AKP Sri Wahyuni menuturkan jenazah korban sudah tidak bernyawa saat berhasil diangkat dari sumur. Tubuh korban diangkat oleh tim SAR gabungan dari Tagana dan Himalawu. Wahyuni menuturkan, korban meninggal karena tercebur sumur. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ini murni kecelakaan. Korban pernah berusaha bunuh diri dua kali tetapi bisa ditolong. Kali terakhir tidak bisa diselamatkan. Jenazah korban langsung diserahkan keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya. Wardoyo