Dua Polisi Tewas Ditembak

    382

    “Lebaran Ini, Terakhir Om Kasih Uang

    Momentum Lebaran kemarin, merupakan momen terakhir keluarga untuk bertatap muka Aipda Kushendratna. Keluarga tak menyangka jika itu, pertemuan terakhirnya…

    PEMAKAMAN KORBAN PENEMBAKAN
    PEMAKAMAN KORBAN PENEMBAKAN

    Pada Lebaran kemarin, merupakan momen terakhir bagi  keluarga untuk bertatap muka dengan Aipda Kushendratna. Keluarga tak menyangka jika saat itu menjadi pertemuan terakhirnya. Aipda Kus, begitu panggilan akrabnya saat Lebaran menolak mudik di kampung halamannya Dusun Duwet, Triharjo, Wates, Kulon Progo. Ia memilih tetap berada di Pondok Aren, Tangerang, Baten untuk merawat mertuanya yang sakit kanker.

    “Tahun ini dia nggak mudik, sebab jagain mertuanya yang sakit,” kata Yulianto (60), paman Kushendratna di rumah duka di Pondok Aren, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8).

    Di kalangan keluarganya, almarhum dipandang sebagai sosok penyayang. Lebaran pekan lalu, merupakan momentum terakhir mereka bertatap muka dengan Kus Hendratna.

    Sementara itu, kemarin jenazah Aipda Kus diterbangkan ke kampung halamannya. Anak sulung, Aipda Kus, Adrian Wibisono mengaku setelah pensiun orangtuanya memilih tinggal di Jogja. “Bapak pernah ngomong, kalau sudah pensiun mau tinggal di Yogya,” kata Adrian Wibisono (17), di rumah duka, Pondok Aren, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8).

    Adrian yang mengenakan baju koko putih tampak berduka namun lebih tegar dibanding adik-adiknya. Istri Kus masih saja menangis dan dipapah berjalan menuju Masjid Jami Nurun Iman tak jauh dari rumahnya. Setelah salat jenazah, upacara penghormatan terakhir dilakukan oleh Polres Tangerang di depan masjid. Dalam upacara itu, pangkat Aiptu Kus dinaikkan. “Pangkat Aiptu Kus telah dinaikkan pangkatnya menjadi Ipda Anumerta,” kata Kepala Bagian Personel Polres Kota Tangerang Kompol Haryanto yang menjadi komandan upacara.

    Sementara itu, duka mendalam juga masih menyelimuti keluarga almarhum Bripka Ahmad Maulana. Ibunda Bripka Ahmad Maulana, Ica Kurnia, tidak menangkap firasat apapun atas kepergian sang buah hati. Bripka Ahmad Maulana yang tewas ditembak orang tidak dikenal di Pondok Aren, Tangerang Selatan, itu sempat mencium tangan sang Bunda ketika hendak pergi bertugas. “Enggak ada firasat. Waktu mau kerja dia cium tangan saja. Semua dicium tangannya. Cep hati-hati yah,” kata Ibunda Ahmad, Ica Kurnia, di rumah duka, Jalan Musyawarah, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (17/8).

    Cep adalah Cecep panggilan akrab Ahmad Maulana. Menurut Ica, Ahmad yang bertugas di Polsek Pondok Aren itu adalah tulang punggung bagi keluarga, terutama istri dan ketiga anaknya. “Dia itu tulang punggung keluarga, dia anak laki-laki satu-satunya. Anak paling bontot dari lima bersaudara,” ujarnya.

    Sang ibu menilai putranya itu memiliki kepribadian yang ramah, baik dan peduli pada sesama. “Dia baik, perhatian sama keluarga,” tutur Ica.

    Ica menceritakan Maulana juga sempat membagikan uang kepada keponakannya saat Lebaran. “Lebaran bilang ke keponakan-keponakan, om terakhir kasih uang nih, besok om yang dikasih sama kamu,” terang Ica.

    Bripka Ahmad Maulana telah dimakamkan di TPU Kampung Sawah Lama, Ciputat. Ia tewas saat bersama Tim Buser mengejar pelaku penembakan rekannya. Ahmad meninggalkan seorang istri Rofiah (34) dan tiga orang anak yaitu Ahmad Aufa Nurfadillah (15), Ahmad Zaki Fahrudin (8), dan Muhammad Farhan Nur Ammar (40 hari). Detik

    BAGIKAN