Dua Sopir Bus Disinyalir Gunakan Narkoba

Dua Sopir Bus Disinyalir Gunakan Narkoba

380

Namun kami belum bisa memastikan apakah amfetamin yang terdeteksi tersebut benar dari Narkoba atau obat-obatan jenis lainnya,” jelasnya.

ilustrasi
ilustrasi

JOGJA– Sebanyak 62 sopir bus di terminal penumpang Giwangan Yogyakarta menjalani pemeriksaan tes urin dan kesehatan. Dua orang di antaranya diketahui mengkonsumsi amfetamin, yang merupakan obat untuk membuat badan menjadi terasa lebih bugar dan kuat.

“Efek bugar dan kuat hanya sementara, justru pemakai kemudian drop dan ini berbahaya sebab sopir terdorong memacu kendaraan lebih cepat. Makanya kami rekomendasikan agar tidak mengemudikan,” kata koordinator tim pemeriksaan kesehatan, April Vidyana, di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Minggu(4/8).

Setelah dinyatakan positif mengonsumsi amfetamin, keduanya kemudian dirujuk ke Posko Jasa Raharja untuk dilakukan langkah lebih lanjut. Karena tim kesehatan belum dapat memastikan jenis Narkoba yang dikonsumsi oleh kedua sopir tersebut. “Amfetamin adalah zat turunan dari ekstasi. Namun kami belum bisa memastikan apakah amfetamin yang terdeteksi tersebut benar dari Narkoba atau obat-obatan jenis lainnya,” jelasnya.

Hasil uji kesehatan yang digelar Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta ini, menyatakan dua sopir tersebut tidak layak untuk mengemudikan kendaraan. Sementara 18 diantara dinyatakan layak dengan catatan dan 42 lainya layak. Selain itu, juga ditemukan 5 orang sopir memiliki tekanan darah tinggi kategori berat.

Kepala  UPT Terminal Giwangan, Bekti Zunanta mengatakan, dua sopir bus yang memakai amfetamin merupakan sopir bus jurusan Jogja-Jakarta dan Jogja-Surabaya. Perusahaan telah diminta untuk melarang sopir tersebut mengemudikan bus. “PO juga harus lebih selektif memilih sopir. Sopir pun diminta menjaga kesehatan dengan tidak mengonsumsi Narkoba atau obat-obatan secara sembarangan. Ini juga untuk menjamin keselamatan perjalanan,” katanya. Detik

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pemeriksaan faktor risiko untuk sopir bus selama masa Angkutan Lebaran penting dilakukan untuk menjamin keamanan penumpang. “Pemeriksaan faktor risiko, mulai dari kondisi kesehatan pengemudi, hingga narkoba penting dilakukan untuk menjaga agar pemudik tetap aman,” ungkapnya.

Selain melakukan pengecekan terhadap sejumlah posko kesehatan di Terminal Giwangan, Tjandra juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dijajakan di beberapa warung makan yang ada di terminal. Tjandra berharap pemilik warung makan tetap bisa memperhatikan kondisi kebersihan terutama dari alat makan yang digunakan, serta meminta pemudik untuk menjaga kebersihan.

Selain melakukan pengecekan di Terminal Giwangan, Tjandra dan rombongan sudah terlebih dulu melakukan pengecekan di Bandara Adi Sumarmo, Puskesmas Delanggu, Pos Kesehatan di Prambanan dan berbagai tempat lain. “Secara umum, Posko tersebut sudah terkoordinasikan dengan baik. Ada peningkatan dibanding tahun lalu,” urainya. ant

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR