JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Dugaan Korupsi e-KTP, Ganjar Bantah Terima Dana

    Dugaan Korupsi e-KTP, Ganjar Bantah Terima Dana

    319
    Ganjar Pranowo Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah
    Ganjar Pranowo
    Gubernur Jawa Tengah

    SemarangGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah menerima aliran dana korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP sebesar 500.000 dolar AS (sekitar Rp 5,4 miliar), yang dituduhkan Nazarudin.

    Lha nek entuk duit semono, sugih banget no aku (Kalau mendapat uang sebanyak itu, kaya sekali saya),” katanya, Selasa (27/8).

    Ganjar yang saat dihubungi sedang berada di Magelang meminta mantan bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi terpidana kasus suap Wisma Atlet SEA-Games itu, untuk membuktikan tudingannya. “Sebutkan waktu pemberian uang, dan siapa orang yang menyerahkan uang ke saya,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

    Ganjar juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengusut kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP hingga tuntas agar tidak terus menerus menjadi polemik. “Sebaiknya segera dibongkar saja, saya akan bantu KPK untuk membongkarnya,” katanya.

    Seperti diwartakan, Nazaruddin menyebut sembilan pelaku yang terlibat korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP. “Inisialnya SN, AU. Dari DPR, MM, Olly DK, MA. Dari pelaksananya AN, terus AS, termasuk Nazaruddin juga terlibat. Terus GA, EG,” kata pengacara Elza Syarief mengutip pernyataan kliennya, Nazaruddin, di Gedung KPK.

    Dalam dokumen yang dibawa Elza saat keluar dari Gedung KPK, tampak bagan yang menunjukkan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi proyek e-KTP.

    Pihak-pihak yang tampak dalam dokumen Elza yaitu Andi Narogong dan Nazaruddin dalam kotak berjudul “Pelaksana” dengan anak panah ke kotak berjudul “Boss Proyek e-KTP” yang berisi nama Novanto dan Anas Urbaningrum.

    Kotak bagan “Boss Proyek e-KTP” itu bertanda panah ke tiga kotak bagan. Kotak pertama berjudul “Ketua/Wakil Banggar yang terlibat menerima dana” berisi nama (1) Mathias Mekeng 500.000 dolar AS, (2) Olly Dondo Kambe 1 juta dolar AS, dan (3) Mirwan Amir 500.000 dolar AS.

    Kotak kedua berjudul “Ketua/Wakil Ketua Komisi II DPR RI yang terlibat menerima dana” berisi nama (1) Haeruman Harahap 500 .000 dolar AS, (2) Ganjar Pranowo 500.000 dolar AS, dan (3) Arief Wibowo 500.000 dolar AS. Sementara itu, kotak ketiga yang tidak berjudul berisi nama (1) Mendagri (Gamawan/Anas), (2) Sekjen (Dian Anggraeni), (3) PPK (Sugiarto), dan (4) Ketua Panitia Lelang (Drajat Wisnu S).  Antara

    BAGIKAN