JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Dukung Program e-KTP, Pemkot Targetkan 51 Kelurahan Punya Card Reader

Dukung Program e-KTP, Pemkot Targetkan 51 Kelurahan Punya Card Reader

286
BAGIKAN
AKTIVASI E KTP - Petugas pelayanan e-KTP Kecamatan Ceper tengah mengaktifkan chip e-KTP milik warga, Jumat (28/6). Warag diminta segera melakukan aktivasi e-KTP sebelum digunakan. Joglosemar/Angga Purnama
ilustrasi

BALAIKOTA- Pemkot Surakarta menargetkan pada 2014 semua kelurahan sudah memiliki Card Reader atau alat membaca e-KTP. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung kemudahan dalam administrasi Kependudukan di tingkat kelurahan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Pujo Hariyanto mengatakan pemerintah pusat pada tahun ini menginstruksikan pada semua lembaga Badan Usaha Milik Negrara (BUMN), Polri dan pemerintahan untuk memiliki Card Reader. Keberadaan Card Reader sangat penting untuk membantu pendekteksian e-KTP ketika dibutuhkan untuk pendataan administrasi.

“Kepemilikan Card Reader tahun ini hanya diperuntukkan lembaga BUMN Polri dan pemerintahan. Untuk tahun depan semua sudah harus pakai, sampai di tingkat kelurahan,” ujar Pujo, Minggu (18/8).

Dikatakan Pujo, di kantor pemerintahan Pemkot baru memiliki Card Reader di lima kecamatan Pasar Kliwon, Jebres, Serengan, Laweyan dan Banjarsari. Penambahan Card Reader di tingkat kelurahan akan dilakukan pada pengadaan 2014 melalui dana APBD. Aturan pengadaan Card Reader di tingkat kelurahan didasari dari dari SE Menteri Dalam Negeri Tertanggal 11 April 2013.

“Pengadaan Card Reader di lima kecamatan saat ini merupakan hasil pengadaan dari pusat berbarengan dengan alat rekam data tahun 2012,” katanya.

Ditegaskan Pujo, keberadaan Card Reader sangat penting dan mendesak bagi Pemkot. Karena persoalan ketakutan masyarakat e-KTP rusak akibat dicopy bisa teratasi. Sebelumnya, santer diberitakan chip yang ada di e-KTP rentan rusak jika difotokopi berulang kali. Maka itu daerah harus menyediakan alat Card Reader.

“Masyarakat tidak usah khawatir e-KTP nya rusak difotocoy karena saya sudah membuktikannya. Karena yang difotocopy itu bagian depannya saja tidak di bagian belakang,” katanya.

Menurut Pujo, pelaksanaan e-KTP pada tahun depan dikembalikan ke daerah masing-masing seperti tahun lalu. Karena pada tahun 2012/2013 merupakan peralihan KTP manual ke e-KTP serentak di Indonesia sehingga perlu ditangani langsung oleh pusat. Setelah akhir tahun ini selesai pelaksanaan e-KTP kembali diserahkan daerah.

Kemudian, terkait perkembangan e-KTP di Pemkot hingga akhir Juli tercatat 50.000 warga wajib e-KTP yang belum merekam data. Jumlah tersebut berkurang 44.000 jiwa dari wajib e-KTP yang belum rekam data, akhir tahun lalu
Kasi Identitas Penduduk Dispendukcapil Subandi mengatakan saat ini jumlah total wajib e-KTP yang telah merekam data sebanyak 365.736 jiwa, melebihi target yang ditentukan pusat tahun ini sebanyak 350.000 jiwa. Muhammad Ismail