JOGLOSEMAR.CO Foto Elpiji 3 Kg Menghilang, Harga Meroket Tembus Rp 18.000

Elpiji 3 Kg Menghilang, Harga Meroket Tembus Rp 18.000

247
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Warga masyarakat dan sejumlah pedagang pengecer di wilayah Kedungupit dan sekitaran Sragen Kota mengeluhkan hilangnya pasokan gas elpiji ukuran 3 kg sejak sepekan terakhir. Akibat kondisi itu, harga elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut meroket hingga menembus angka Rp 18.000 per tabung.

Keluhan menghilangnya elpiji ini salah satunya diungkapkan oleh warga Klitik, Karangtengah, Surati (45). Menurutnya, sudah seminggu terakhir ia dan warga di wilayahnya kesulitan mendapatkan gas 3 kg karena pedagang pengecer di desanya tak lagi punya stok. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan mencapai Rp 18.000 per tabung. “Sudah seminggu ini semua pengecer yang biasa jualan sudah nggak punya stok. Katanya agen-agen sudah habis dan nggak nyetori lagi. Kami juga bingung mau cari ke mana lagi,” ujarnya, Selasa (27/8).

Karena pengecer kosong, sebagian warga berusaha mencari ke pangkalan di SPBU Nglangon yang ada di wilayah Sragen Kota. Namun, tak jarang banyak yang pulang dengan tangan hampa karena kalah cepat dengan pedagang dan bakul-bakul yang sudah menjadi langganannya.

Dengan kondisi itu, mayoritas warga terpaksa kembali memakai kayu bakar. Kondisi ini juga banyak dimanfaatkan oleh penjual untuk mematok harga selangit, yakni antara Rp 17.000-Rp 18.000. Karena sangat butuh, warga pun terpaksa membelinya.

“Ya, sudah hampir seminggu ini nggak ada barang. Lha nggak disetori mau cari ke mana lagi. Kalau normal kami jualnya masih Rp 15.000-Rp 16.000. Tapi kemarin ada yang nyetori ke sini katanya barangnya sudah nggak ada. Kalaupun ada harganya sudah Rp 17.000 dan kalau mau Rp 18.000. Katanya kalau dilempar ke Kedungupit banyak yang mau Rp 20.000,” urai salah satu pengecer di Kedungupit yang enggan disebut identitasnya.

Tidak hanya di masyarakat dan pengecer, kelangkaan dan hilangnya pasokan juga dibenarkan supervisor pengelola pangkalan elpiji di Perusda SPBU Nglangon, Sutarwanto. Kepada Joglosemar, ia mengatakan sudah empat hari terakhir tidak ada lagi pasokan elpiji 3 kilogram dari agen tanpa ada alasan yang jelas. Akibatnya, warga dan pengecer yang sering membeli terpaksa kembali tak bisa dilayani.

Senada, supervisor pangkalan gas di SPBU Nglangon, Efvan Setyono juga mengatakan pasokan dari agen memang sudah mandek sejak Sabtu (24/8) hingga Selasa (27/8). Terpisah, Kasie Pembinaan dan Distribusi Dinas Perdagangan Sragen, Joko Suranto mengaku belum mendapat laporan mengenai kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi di wilayah sekitaran Sragen Kota tersebut. Namun ia memastikan, mestinya tidak ada kelangkaan karena sejauh ini kuota elpiji 3 kg untuk Kabupaten Sragen masih mendapat penambahan 15 persen dari kuota normal. Wardoyo