JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Enam Bulan Dibuka, Pasar Klitikan Masih Sepi

Enam Bulan Dibuka, Pasar Klitikan Masih Sepi

691
BAGIKAN
MASIH SEPI - Seorang pembeli tengah memilih barang bekas di Pasar Klitikan di Mojayan, Klaten Tengah, Jumat (30/8). Meski sudah beroperasi sejak 6 bulan lalu, kondisi pasar masih sepi. Joglosemar/Angga Purnama
MASIH SEPI – Seorang pembeli tengah memilih barang bekas di Pasar Klitikan di Mojayan, Klaten Tengah, Jumat (30/8). Meski sudah beroperasi sejak 6 bulan lalu, kondisi pasar masih sepi. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Meski sudah disediakan lahan khusus dan telah dihuni pedagang, Pasar Klitikan di Kelurahan Mojayan Kecamatan Klaten Tengah masih sepi. Padahal, pasar tersebut telah dibuka sejak enam bulan lalu.

Pantauan Joglosemar, Jumat (30/8), kompleks Pasar Klitikan terlihat sepi dan hanya diisi beberapa pedagang saja. Pada bagian belakang pasar, terdapat sejumlah pekerja yang tengah menyelesaikan pembangunan kios tambahan. Meski demikian, tercatat sudah sekitar 70 pedagang yang menempati pasar yang dibuka pada 1 Maret 2013 itu.

Salah satu pedagang, Kripno, mengatakan sepinya pasar dari aktivitas pedagang tersebut lantaran adanya hari pasaran di Pasar Jatinom. Menurutnya, setiap hari pasaran tersebut, sebagian besar pedagang membuka lapak mereka di Pasar Jatinom. Hal ini dilakukan lantaran pedagang berusaha mencari pendapatan tambahan dengan membuka lapak di pasar yang ramai. “Kalau hanya mengandalkan hasil jualan di sini tidak akan cukup. Jadi sebagian pedagang memilih berjualan di Jatinom saat hari pasaran saja,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Jumat (30/8).

Namun, di luar hari pasaran pedagang kembali ke membuka kiosnya di Pasar Klitikan. Meski aktivitas jual beli di pasar tersebut tidak terlalu ramai. Menurutnya, sepinya pembeli yang datang ke Pasar Klitikan disebabkan ketidaktahuan masyarakat terkait lokasi pasar di Jalan By Pass itu. “Namanya juga pasar baru mas, wajar jika belum ramai. Untuk itu, pedagang berharap adanya promosi dari Pemkab mengenai keberadaan kami di sini,” kata dia.

Lantaran minimnya promosi tersebut, banyak warga yang memilih mencari barang-barang bekas di pasar klitikan di daerah lain. Selain itu, adanya sejumlah pedagang yang jarang buka juga membuat suasana pasar menjadi sepi. Hal ini menyebabkan pilihan barang dagangan yang ditawarkan kepada pembeli minim. “Jika pedagang yang buka hanya sedikit, tentu pilihan barang yang ditawarkan kepada pembeli hanya sedikit karena tidak semua pedagang memiliki dagangan yang lengkap,” ujarnya.

Ketua Paguyuban PKL Manunggal, Weliyadi, mengatakan terdapat 164 pedagang yang rencananya akan menempati Pasar Klitikan. Menurutnya, berhubung kios yang tersedia sangat terbatas, pihak pedagang secara swadaya membangun los darurat. Ia berharap, pemerintah segera menyelesaikan pembangunan Pasar Klitikan agar semua PKL klitikan dapat terfasilitasi. “Selain itu, masalah promosi juga perlu diperhatikan karena pasar yang ditempati pedagang saat ini masih tergolong baru,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Klaten, Sugiharjo Sapto Aji, mengatakan upaya tersebut merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten untuk menertibkan para pedagang asongan yang biasa mangkal di alun-alun Klaten. Tujuannya dengan pemusatan pedagang itu, kondisi tata kota menjadi lebih baik dan omzet pedagang diharapkan dapat meningkat. Angga Purnama