Gandeng Joglosemar, YDP Bekali Pedagang Pasar Bunder

Gandeng Joglosemar, YDP Bekali Pedagang Pasar Bunder

377
PELATIHAN JURNALISTIK DANAMON GANDENG JOGLOSEMAR
PELATIHAN JURNALISTIK DANAMON GANDENG JOGLOSEMAR

SRAGEN—Yayasan Danamon Peduli (YDP) kembali menggelar pelatihan jurnalistik dan penulisan artikel bagi komunitas pedagang dan pengelola Pasar Bunder, Sragen selama dua hari, Rabu (21/8)-Kamis (22/8). Selain meningkatkan kemampuan menulis artikel, pelatihan itu juga sebagai tindak lanjut program Pasar Bunder sebagai pasar sejahtera melalui pemberdayaan sarana informasi berupa majalah dinding (Mading).

Pelatihan jurnalistik yang dihelat di Hotel Graha Sragen itu bekerja sama dengan tim redaksi Harian Joglosemar yang kemarin menerjunkan tiga personel sebagai pemateri. Masing-masing Didik Kartika Putra, Widi Purwanto, dan Wardoyo. Selain komunitas pedagang pasar, pelatihan tersebut juga melibatkan sejumlah perwakilan Dinas Perdagangan dan pihak pengelola Pasar Bunder, termasuk Lurah Pasar Bunder, Mulyanto.

Programme Officer YDP, Heru Heryadi mengatakan pelatihan itu merupakan kelanjutan dari penunjukan Pasar Bunder sebagai satu dari lima pasar tradisional di Indonesia yang menjadi pilot project pasar sejahtera tahun 2010 lalu. Terkait hal itu, keberadaan Mading dipandang bisa menjadi sarana pemberi informasi sekaligus diharapkan mengubah perilaku warga pasar agar proaktif mendukung program pasar sehat dan sejahtera.

Baca Juga :  Ngeri, Disambar Kereta Api 360 Ton, Jasad Kakek Asal Kerjo Ini Sungguh Mengenaskan

Menurutnya, pelatihan tahap kedua ini melibatkan sekitar 30 peserta dari pedagang maupun pengelola pasar. Pihak pengelola dilibatkan dengan harapan bisa memberikan motivasi kepada pedagang untuk menggiatkan Mading, serta proaktif terlibat dalam pembuatan Mading di saat pedagang dibelenggu kesibukan.

“Pelatihan ini yang kedua untuk Pasar Bunder. Yang pertama dulu memang hanya lima perwakilan yang ditunjuk untuk mengelola Mading. Nah, dengan adanya penambahan satu papan Mading lagi, kemudian sasaran pelatihan juga diperbanyak. Harapannya ketika ada sebagian yang mungkin lagi sibuk, yang lain bisa mengambil alih untuk berperan menghidupkan dan mengembangkan Mading Pasar,” ujar Heru di sela-sela pelatihan.

Baca Juga :  Sragen Berduka, Dokter Religius dan Bersahaja, Farid Anshori Tutup Usia. Meninggal Tepat saat Detik-Detik Pembacaan Proklamasi

Lebih lanjut Heru menyampaikan, sarana Mading dipandang memang masih penting meski Pasar Bunder sudah memiliki sarana informasi berupa Radio Land. Menurutnya, informasi yang disampaikan di media tertulis akan bisa diketahui lebih detail dan komprehensif dibanding informasi lewat radio yang terkadang hanya didengar selintas.

Lurah Pasar Bunder, Mulyanto mengapresiasi positif adanya pelatihan tersebut. Pihaknya berharap dengan mendapat bekal ilmu menulis dan jurnalistik, ke depan Mading di Pasar Bunder bisa lebih hidup dan meningkatkan geliat usaha para pedagang. Wardoyo

 

BAGIKAN