JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Gubernur: RSUD Dr Moewardi Harus Naik Level

Gubernur: RSUD Dr Moewardi Harus Naik Level

673
PENYAMPAIAN VISI MISI--Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan staf Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi saat digelar Pengarahan dan Penyampaian Visi, Misi dan Rencana Kerja Gubernur Jawa Tengah di RSUD dr. Moewardi, Solo, Selasa (27/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
PENYAMPAIAN VISI MISI–Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan staf Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi saat digelar Pengarahan dan Penyampaian Visi, Misi dan Rencana Kerja Gubernur Jawa Tengah di RSUD dr. Moewardi, Solo, Selasa (27/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

JEBRES- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi Surakarta  menuju rumah sakit berstandar internasional. Hal itu disampaikannya dalam kunjungan kerja sekaligus penyampaian visi misi dan rencana kerja dalam masa jabatannya, Selasa (27/8) di Aula Gedung Nusa Indah Lantai 3 rumah sakit tersebut.

Dalam penilaiannya, RSUD dr Moewardi yang saat ini menjadi rujukan pelaksanaan badan layanan umum (BLU) sudah sepantasnya berupaya meningkatkan kinerja. Dengan demikian, rumah sakit ini mampu mencapai predikat rumah sakit berstandar internasional. “Jadi pasien tidak perlu repot-repot berobat ke luar negeri, wong di rumah sakit ini saja layanannya baik,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo ini.

Di sisi lain, ia meminta seluruh dokter, perawat, dan karyawan, juga pihak Pemkot untuk membantu pihaknya dalam mengoptimalkan program kesehatan yang dirancangnya untuk masyarakat Jateng.

Tak lupa Ganjar menegaskan, agar rumah sakit tidak pilih-pilih dalam menangani pasien, terlebih menolaknya. “Soal pemerataan kesehatan, adalah hal substantif. Maka jangan menolak pasien, apa lagi pasien yang tidak mampu,” tegasnya.

Ganjar yang begitu menghayati Marhaenisme itu mengatakan bahwa dalam ideologi yang dianutnya, orang jahat, miskin, bodoh pada hakikatnya ingin menjadi lebih baik. ebiadaban kepentingan politiklah yang membuat kondisi tersebut langgeng.

“Dalam ideologi yang saya anut, hakikatnya preman itu ingin jadi orang baik, orang miskin juga ingin hidup sejahtera, dan orang bodoh juga ingin pintar. Maka, jangan pilih-pilih, kondisi yang membuat mereka demikian dan saya telah merancang langkah-langkah perbaikannya,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Basuki Sutarjo selaku Direktur RSUD Dr Moewardi optimistis rumah sakit yang dipimpinnya mampu meraih predikat internasional. Pihaknya mengatakan, dalam waktu dekat  Joint Commission International (JCI) akan melakukan akreditasi RSUD berstandar internasional, di rumah sakit tersebut.

“Akreditasi itu sekitar September atau Oktober. Jika RSUD lolos, maka akan menjadi rumah sakit milik pemerintah ketiga di Indonesia yang berstandar internasional,” ujarnya.

Saat ini katanya, Indonesia baru memiliki dua rumah sakit berstandar internasional, yaitu RS Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan RSUP Sanglah di Denpasar, Bali. Arief Setiyanto

BAGIKAN