JOGLOSEMAR.CO Foto Hamili Pelajar, ABG Dipolisikan

Hamili Pelajar, ABG Dipolisikan

381
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Seorang pelajar asal Desa Gemblegan Kecamatan Kalikotes, Dw(16), harus berurusan dengan aparat kepolisian karena menyetubuhi Jw(15) warga Mojolaban Sukoharjo. Dalam kasus ini, Dw dan empat orang temannya dilaporkan karena tidak bertanggungjawab atas kehamilan Jw yang sudah berusia lima bulan.

Kasus ini bermula ketika korban dan terlapor berkenalan melalui SMS. Tak selang berapa lama setelah perkenalan itu, tepatnya tanggal 9 Maret 2013, terlapor menjemput korban di rumahnya untuk di ajak jalan-jalan ke Klaten.

Namun sesampainya di Klaten, ternyata terlapor membawa korban ke sebuah tempat sepi di pinggir Sungai Glogok Jl Pramuka Klaten. Dan di tempat tersebut sudah ada empat orang teman terlapor yang menunggu. Tanpa banyak bicara, terlapor langsung meminta korban untuk bugil. Karena menolak, terlapor yang dibantu oleh ke empat temannya langsung memaksa korban melucuti pakaiannya. Setelah itu, terlapor menyetubuhi korban.

Tragisnya lagi, selama persetubuhan tersebut dilakukan, keempat teman terlapor ikut menggerayangi tubuh korban. Bahkan ada yang memegangi tubuh korban agar tidak berteriak dan memberontak. Setelah hasrat terlapor tersalurkan, korban kemudian diantar pulang. Dalam perjalanan, korban mengancam agar tidak menceritakan hal tersebut kepada siapapun. Termasuk kepada kedua orang tuanya.

Meski menyembunyikan peristiwa tersebut, namun perut korban semakin membesar. Curiga dengan perubahan pada diri korban, akhirnya orang tuanya membawa korban ke dokter dan korban diketahui hamil.

Setelah didesak, akhirnya korban menceritakan peristiwa yang menimpanya. Namun upaya orang tua korban untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil. Karena terlapor enggan bertanggungjawab, orangtua korban akhirnya melaporkan hal tersebut ke polisi. “Dw tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan anak saya, makanya saya ke sini untuk meminta keadilan,” kata orang tua korban, Sw(42), kepada petugas, Sabtu(17/8).

Kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut saat ini masih dalam penyelidikan Unit PPA Sat Reskrim Polres Klaten. “Untuk saat ini laporan korban kami terima dan akan segera kami tindak lanjuti,” kata Kasat Reskrim, AKP Danu Pamungkas. Angga Purnama

BAGIKAN