JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Harga Buah Impor Turun

Harga Buah Impor Turun

438
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

SOLO-  Fenomena menguatnya nilai dolar AS terhadap rupiah, membuat sejumlah pelaku usaha pengguna produk impor berancang-ancang untuk menaikkan harga komoditasnya. Akan tetapi, hal tersebut belum berlaku di sejumlah pedagang buah impor di pasar tradisional Solo.

Seperti disampaikan oleh Dewi (42), salah seorang pedagang buah impor di Pasar Gede Solo, meskipun nilai dolar AS terhadap rupiah semakin menguat, namun harga buah impor justru rata-rata turun.

“Ya walaupun sekarang fenomenanya dolar AS menguat, tetapi hal itu tidak berpengaruh pada harga buah impor. Sekarang harga buah impor masih stabil seperti biasanya, malah rata-rata ada yang turun,” katanya ketika ditemui Joglosemar, di lokasi berjualannya, Sabtu (24/8). Dijelaskan Dewi, hal tersebut disebabkan di sejumlah negara sedang terjadi panen raya, sehingga membuat komoditas buah impor melimpah.

“Sekarang di negara seperti Thailand atau China sedang panen raya, jadi barangnya melimpah. Ditambah sekarang pasarnya baru sepi, maka harganya stabil malah justru cenderung turun. Terkecuali kalau permintaan masyarakat tinggi, maka harga buah impor bisa jadi tinggi juga. Naik turunnya buah impor itu tergantung oleh musim panen dan ramai tidaknya pasar,” paparnya.

Dewi menuturkan, kini harga Kelengkeng Thailand yang semula Rp 40.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram, kiwi semula Rp 55.000 menjadi Rp 50.000 per kilogram, lemon semula Rp 75.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga Apel RRT China semula Rp 400.000-an menjadi Rp 315.000 hingga Rp 350.000 per boks.

Di lokasi yang sama, Yesi (18), pedagang buah impor lainnya menambahkan, saat ini harga buah impor masih sama seperti biasanya. “Harga masih sama, belum berubah. Tetapi ke depan tidak tahu. Kalau nilai dolar AS naik terus, mungkin harga bisa ikut naik juga. Sejauh ini pasokan buah impor masih berjalan lancar,” ujarnya.  Paramita Sari Indah