JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Hari Pertama, 98 PNS Mangkir

Hari Pertama, 98 PNS Mangkir

187
BAGIKAN

Mbolos, 2 PNS Dijemur 5 Hari

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN- Sebanyak 98 pegawai negeri sipil  (PNS) di Kabupaten Sragen diketahui tidak masuk pada hari pertama kerja pascalibur  Lebaran 2013, Senin (12/8). Sementara itu, tim pemerintah kabupaten (Pemkab) sudah menyiapkan sanksi penjemuran selama lima hari bagi dua PNS yang nekat tidak masuk tanpa keterangan.

Hal itu terungkap dari rekapitulasi hasil inspeksi mendadak (Sidak) kehadiran PNS yang digelar tim Pemkab, Senin (12/8). Dari empat tim yang diterjunkan untuk mengecek ke semua satuan kerja (Satker), tercatat ada 98 PNS yang tidak masuk alias mangkir tugas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan dari 98 orang itu, 96 PNS tidak masuk dengan alasan sakit, izin, dinas luar, cuti yang sudah diajukan sebelumnya hingga turun piket. Sedangkan, dua orang PNS sisanya diketahui tidak masuk tanpa keterangan alias membolos.

“Hasil inspeksi ke semua Satker hari ini, mencatat ada 2 PNS tanpa keterangan, 13 orang sakit, 7 orang izin, 16 orang dinas luar, 33 orang cuti yang sudah diajukan sebelumnya, dan 27 orang turun piket,” papar Tatag, seusai memimpin sidak, kemarin.

Menurutnya, untuk 96 orang PNS yang mangkir karena sakit hingga turun piket, tidak akan dikenai sanksi karena ketidakhadiran mereka sudah sepengetahuan atau mendapat izin atasan. Namun untuk dua PNS yang membolos, sudah disiapkan sanksi yakni wajib menjalani apel siang di halaman Pemkab Sragen selama lima hari ke depan berturut-turut. Dua PNS ini nantinya akan dipanggil terlebih dulu untuk diklarifikasi sebelum kemudian diterapkan sanksi penjemuran.

“Seperti imbauan Pak Bupati, sekarang kalau ada PNS yang membolos atau tidak masuk tanpa keterangan, akan dikenai sanksi wajib apel siang mulai jam 13.00 WIB di halaman Setda. Nanti yang mimpin apel siang untuk dua PNS itu, saya sendiri,” urainya.

Kendati angka yang tidak masuk mencapai 98 orang, Tatag tetap menilai angka itu sangat kecil dibanding jumlah total PNS Sragen yang mencapai 12. 151 PNS. Ia juga  mengapresiasi kehadiran PNS yang dinilai sudah cukup tertib, utamanya di lingkungan Setda yang kehadirannya nyaris sempurna 100 persen. Ia berharap tren kehadiran ini terus dijaga dan tidak hanya terjadi karena takut kena Sidak.

“Mudah-mudahan, tingkat kehadiran yang sudah bagus ini terus menjadi kebiasaan bukan hanya ketika hari pertama setelah libur panjang. Karena itu menyangkut integritas Korpri yang sudah punya janji Panca Prasetya Korpri,” tandasnya.

 

Kasus PNS mangkir di hari pertama usai libur Lebaran juga terjdai di Karanganyar. Hal itu diketahui saat Bupati Karanganyar Rina Iriani menggelar Sidak di kantor instansi pemerintahan, Senin (12/8). Rina berjanji bakal  memberikan sanksi tegas pada sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang membolos maupun terlambat di hari pertama masuk.

Sidak yang diadakan kemarin, menyasar ke sejumlah kantor instansi pemerintahan. Di antaranya Kecamatan Tasikmadu, Kebakkramat dan juga Puskesmas Tasikmadu.

“Kita berangkat Sidak pukul 07.00 WIB, dan kita melihat kondisi kantor masih lengang. Kita juga mendapati tiga pegawai di Kecamatan Kebakkramat  yang membolos,” katanya kepada wartawan usai melakukan Sidak, kemarin.

Selain itu, Bupati juga mendapati lebih kurang lima pegawai lainnya terlambat masuk. Dari temuan tersebut, Rina tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas kepada para PNS yang tidak disiplin. Langkah ini mengacu pada Undang-undang Nomor 53 tentang disiplin PNS.

“Jelas nanti akan kita jatuhi sanksi sesuai Undang-undang yang berlaku,” papar Rina.

Saat Sidak di Kecamatan Tasikmadu, Rina mendapati ada sejumlah pegawai yang ketahuan mendobel tanda tangan. Yakni tanda tangan pagi dan siang hari diisi saat pagi hari.

Rina mengaku sangat menyayangkan kondisi itu. Terlebih, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah mengimbau kepada seluruh PNS agar selalu disiplin dalam melayani masyarakat.

“Tidak ada tambahan cuti lagi, kan liburnya juga sudah lama. Tapi tadi malah ada yang beralasan mengantarkan anaknya. Sebenarnya tidak apa-apa, tapi kalau mengantar mbok ya berangkatnya lebih pagi, jangan pekerjaan yang ditinggalkan,” ujarnya.

Selain di dua kecamatan tersebut, Bupati juga melakukan Sidak di Puskesmas Tasikmadu. Dari Inspeksi itu, semua pegawai sudah siap di tempatnya masing-masing.  * Ari Purnomo | Wardoyo