Hipmi Solo Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

Hipmi Solo Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

329

Penguasaan Bahasa Asing Diprioritaskan

2908 - Arif acara HIPMI di BruneiSOLO- Negara-negara Asean terus mengikuti perkembangan market global dan regional yang nanti ditandai dengan pasar bebas Asean tahun 2015 mendatang. Guna menyamakan arah pada pasar bebas Asean, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pusat terlibat dalam 5 th Asean-China Young Enterpreneurs Forum (ACYEF), 19-22 Agustus 2013 di International Convention Center Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Keterlibatan Himpi Pusat yang juga mengajak Hipmi Solo dalam forum tersebut, untuk menyiapkan berbagai perangkat penting menyambut pasar bebas Asean 2015. Salah satu poin penting dari forum diskusi pengusaha Asean dan China di Brunei itu, semua negara-negara Asean, termasuk Indonesia, harus siap menjadi pasar bagi berbagai komoditas dari negara-negara Asean dan China.

Baca Juga :  Rotary Club Bidik Perbaikan RTLH Hingga Bagikan Buku Bacaan

“Lima hingga sepuluh tahun ke depan Indonesia menjadi target market yang signifikan seperti Eropa, China dan Asia. Sebab Indonesia memiliki market yang sangat besar. Untuk itu kita harus segera berbenah dan harus siap menghadapi pasar bebas Asean ini,” papar Ketua Umum Hipmi Solo, Nugroho Arief Harmawan kepada Joglosemar, Rabu (28/8).

Disebutkan, datangnya pasar bebas Asean menyebabkan banyak aturan, kebijakan dan produk-produk Asean yang masuk ke Indonesia menggunakan bahasa asing atau bahasa Inggris. Arus investasi dan modal yang dikelola pengusaha-pengusaha Asean di Indonesia tentu juga menggunakan komunikasi bahasa Inggris. Dipandang merasa perlunya penguasaan bahasa Inggris, Arief menekankan, para anggota Hipmi Surakarta harus bisa menggunakan bahasa Inggris dengan lancar.

Baca Juga :  Pusat Perbelanjaan di Solo Rame-rame Tebar Diskon Saat Hari Kemerdekaan

“Saya ingin menjalin kerja sama dengan mahasiswa asing yang belajar di Solo untuk menjadi pengajar,” imbuh Arief. Setidaknya, program pelatihan bahasa asing ini bisa digelar tahun ini. Diakuinya, kendala komunikasi bahasa asing memang menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan pasar Asean 2015.

Arief berharap, dengan penguasaan bahasa asing ini, para pengusaha juga akan mudah dalam bernegosiasi dengan pengusaha Asean dan mengerti berbagai kebijakan pasar bebas Asean. Sehingga upaya menarik investor China dan negara-negara Asean bisa lebih maksimal.  Didik Kartika 

BAGIKAN