JOGLOSEMAR.CO Foto HUT RI – 68: Mbah Cipto Jahit Bendera Sembari Menangis

HUT RI – 68: Mbah Cipto Jahit Bendera Sembari Menangis

517

MENYAMBUT HUT KE-68 REPUBLIK INDONESIA

JAHIT- Mbah Jenggot menjahit bendera merah putih di Jalan Veteran, Sukoharjo, Kamis (15/8).  Joglosemar | Murniati
JAHIT- Mbah Jenggot menjahit bendera merah putih di Jalan Veteran, Sukoharjo, Kamis (15/8).
Joglosemar | Murniati

Tangan Mbah Jenggot terlihat sibuk memegang jarum dan menjahitkannya ke kain raksasa berwarna merah putih di Jalan Veteran Sukoharjo, Kamis (15/8). Meski usianya sudah tidak muda lagi, ia begitu cekatan memainkan jarum keluar masuk kain untuk menyatukan kain berwarna merah dan putih.

Di sela-sela menjahit, lelaki berusia 67 tahun ini mendendangkan macapat Dandang Gula bertemakan perjuangan pahlawan menggema di sana. Tiba-tiba lelaki bernama lengkap Sutarno Cipto itu berkaca-kaca. Wajahnya yang memerah lantaran kepanasan semakin tambah merah. Tak berapa lama, terlihat air matanya meleleh. Namun, dengan sekejap tangannya mengusap air yang membasahi pipinya yang keriput.

“Saya trenyuh dan sempat mengeluarkan air mata ikut mengenang para pejuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata dia, kemarin.

Ia menilai pengorbanan para pahlawan RI sangat besar. Inilah yang ingin diperlihatkan dengan menjahit bendera, menyatukan semua perbedaan. “Kain berwarna merah dan putih ini dijahit sebagai simbol pemersatu bangsa,” ujar warga yang saban hari berprofesi sebagai penarik becak di Kota Makmur itu.

Kemarin, ia bersama 700-an murid SMK Taman Siswa (Tamsis) bekerja sama dengan Museum Rekor Sukoharjo mengadakan acara guna menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Tangan mereka menenteng bendera merah putih dan dikibarkan hingga bergerak ke kiri ke kanan karena sapaan angin. Salah seorang siswa SMK Tamsis kelas XII G, Fitria menjelaskan begitu menikmati suasana panas. Biasanya dirinya enggan berpanas-panasan, namun karena ini sebagai wujud mengisi kemerdekaan. “Ini sebagai partisipasi saya sebagai generasi muda,” katanya.

Koordinator Muresko Antonius  Wijanarko berharap momentum HUT RI bisa dijadikan penyemangat dalam mengisi kemerdekaan. Selama ini, masih ada sejumlah masalah yang kemungkinan bisa mencerai berai persatuan NKRI. “Alat pemersatu bangsa di antaranya bendera. Kami menggunakan simbol menjahit bendera sebagai bentuk persatuan,” katanya. Murniati

BAGIKAN