Ikhwanul Muslimin Segera Dibekukan

Ikhwanul Muslimin Segera Dibekukan

251

Membubarkan faksi Islam terbesar di Negeri Piramida itu adalah pilihan untuk meredakan aksi protes anti-pemerintah.

AKSI PROTES MESIR
AKSI PROTES MESIR

KAIRO–Rezim sementara di Mesir kian represif. Setelah memberangus aksi damai kelompok pendukung presiden terpilih Mohamed Mursi, pemerintah berencana akan membubarkan Ikhwanul Muslimin (IM). Pembubaran dimaksudkan, agar kekisruhan politik usai.

”Kami (pemerintah sementara) sedang mempelajari pembubaran ini (IM),” kata Perdana Menteri ad interim Mesir, Hazem Bablawi, seperti dilansir ROL dari Aljazeera, Ahad (18/8).

Menurut dia, membubarkan faksi Islam terbesar di Negeri Piramida itu adalah pilihan untuk meredakan aksi protes anti-pemerintah. Bablawi mengatakan, kabinet yang dipimpinnya sudah membicarakan rencana ini sejak Jumat (16/8) pekan lalu.

Hasil konsolidasi antarlembaga negara, kata dia, mencapai kesepakatan untuk pembubaran tersebut. Sebuah proposal pembubaran sudah di tangan Kementerian Sosial. Kementerian itu mengurusi persoalan organisasi-organisasi dalam dan luar negeri.

Juru Bicara Pemerintahan Sementara, Sherif Shawky, menjelaskan, pembubaran IM adalah keharusan. Langkah represif itu, sebut dia, didasari oleh kondisi yang kian tidak pasti di Mesir. Shawky menuduh IM sebagai pemantik kerusuhan. Banyaknya korban tewas, kata dia, lantaran IM tidak menghendaki pemerintahan sementara. Pembubaran tersebut dimungkinkan akan bersifat permanen.

Ikhwanul Muslimin adalah motor penggerak politik Islam terbesar di kawasan Afrika Utara. Faksi ini ada sejak 1928 silam. Tokoh agamawan Hassan al-Banna menjadi dedengkot utama kelompok ini. IM juga jadi pendukung utama kelompok Hamas di Gaza, Palestina. IM terlibat dalam Perang Arab-Israel 1948 silam.

Pembekuan Ikhwanul Muslimin tidaklah luar biasa. Pada 1948 Perdana Menteri Muhammad Fahmi Naqrasyi juga pernah membubarkan faksi politik yang mendesak Kairo mendukung kemerdekaan Indonesia pada 1945 ini.

Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai kelompok pergerakan ilegal. Tapi pada 1950, Ketua Parlemen Mesir, Mustafa Nuhas Pasha, mengembalikan peran Ikhwanul Muslimin. Di era Presiden Husni Mubarak, Ikhwanul Muslimin berperan sebagai oposisi tulen selama 30 tahun. Puncaknya, lewat revolusi 2011, Ikhwanul Muslimin berhasil menguasai pemerintahan.

Sementara itu, dalam perkembangan terkini, pasukan keamanan Mesir berhasil menyerbu masuk dan membersihkan Masjid al-Fath yang dipakai sebagai tempat berlindung peserta aksi demonstrasi pendukung Ikhwanul Muslimin, tulis media milik negara itu.

Seluruh pemrotes telah digelandang keluar masjid dan banyak di antara mereka ditahan, kata pejabat keamanan setempat. Barikade di dalam masjid dilakukan peserta protes sebagai bentuk perlawanan setelah aparat keamanan menembaki pendukung presiden yang digulingkan, Mohamed Mursi. Aksi bertahan dalam masjid berlanjut hingga Sabtu (17/8).

Masjid itu jadi tempat para pemrotes untuk merawat korban luka serta menyolatkan jenazah kawan mereka yang jadi korban dalam bentrokan Jumat (16/8) sebelumnya. Para pendukung Ikhwanul Muslimin juga menggunakan berbagai benda sebagai barikade untuk melindungi pintu masjid dari serbuan pasukan keamanan.

Dilaporkan tembakan gas air mata diarahkan ke dalam masjid, juga tembakan peluru dan tembakan balasan sedikitnya dari satu orang yang berada di menara masjid. Di sisi lain, aksi demonstrasi kian panas dan terus menyebar ke berbagai kota di Mesir, hingga Sabtu malam, sebagai balasan atas pengumuman pemerintah yang memberlakukan jam malam.

Gambar-gambar yang disiarkan televisi setempat menunjukkan aksi protes di kota terbesar kedua Mesir Iskandariah, serta Helwan dan Minya di selatan Kairo. Sejumlah tank tampak disiagakan dekat jalan-jalan di kota pantai Iskandariah.  Detik | Tri Hatmodjo

BAGIKAN