JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan ISI LIBUR LEBARAN Tingkatkan Kreatifitas Anak Melalui Kerajinan Tanah Liat

ISI LIBUR LEBARAN Tingkatkan Kreatifitas Anak Melalui Kerajinan Tanah Liat

532

MEMBUAT KERAMIKBertempat di halaman sebuah rumah nan sejuk di kawasan Dukuhan Nayu RT 2/RW 30 Kadipiro, Selasa (13/8), puluhan anak tampak tengah sibuk membentuk tanah liat. Di tangan mereka masing-masing, bongkahan tanah liat dibentuk sedikit demi sedikit hingga menyerupai sesuatu. Mereka adalah siswa TPA Mushola Aisyiyah, Dukuhan Nayu yang tengah mengikuti kegiatan membuat kerajinan keramik dari bahan tanah liat.

Dengan menggunakan peralatan seadanya seperti sendok untuk membentuk dan koran sebagai alasnya, anak-anak ini sangat antusias menyelesaikan gumpalan tanah liat menjadi sebuah benda sesuai imajinasi mereka. Mereka pun tak menghiraukan tangan-tangan kecil mereka yang menjadi kotor karena tanah liat itu.

Namun ada juga beberapa anak tampak kesulitan hingga harus dibantu oleh pembimbing yang mendampingi mereka. Perlahan-lahan namun pasti gumpalan tanah liat yang semula tak berbentuk pun makin menunjukkan suatu bentuk. Ada yang seperti kue donat, huruf alfabet, asbak hingga miniatur hewan.

Salah satu siswa, Lutfiah Ayu Pratiwi (14) dari SMP Muhammadiyah 2 Solo yang mengikuti kegiatan itu mengaku merasa senang karena dapat turut berpartisipasi. Ia pun mengatakan tidak mengalami kesulitan dalam mengolah tanah liatnya.

“Senang, karena bisa mengisi waktu libur bersama teman-teman dan menambah pengalaman. Dulu sebenarnya pernah bikin juga, jadi merasa lebih gampang membentuk tanah liat ini. Aku memilih membuat asbak yang gampang,” ujarnya.

Pembina TPA Mushola Aisyiyah, Daryati mengatakan memilih media tanah liat agar lebih tradisional. Sehingga anak-anak tidak hanya mengenal mainan modern seperti lilin. Alasan lainnya karena harga tanah liat lebih murah dan proses pembuatannya tidak merepotkan anak-anak. “Tanah liat yang sudah disediakan tinggal diberi sedikit air agar lembek. Setelah itu anak-anak bisa mengolahnya sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah selesai dalam pembentukan, tanah liat ini lalu dijemur di bawah terik matahari,” terangnya.

Ditambahkan Daryati, selain untuk mengisi libur sekolah, tujuan dari kegiatan ini adalah menambah kreatifitas anak-anak dan melatih motorik anak. “Supaya anak-anak bisa lebih kreatif dalam membuat karya seni tiga dimensi dan dalam kegiatan pembuatan kerajinan ini kami membebaskan mereka membentuk tanah liat sesuai imajinasi anak,” sambungnya.  Maya Lupita Adriana

BAGIKAN