JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Jalan Hancur, Pemkab dan DPRD Diminta Tanggap

Jalan Hancur, Pemkab dan DPRD Diminta Tanggap

233
RUSAK PARAH - Pengendara melintas di Jalan Raya Karangwuni-Pedan di dekat lahan eks-PG Ceper Baru, Kecamatan Ceper, Kamis (30/5). Kondisi kerusakan pada jalur lintas kabupaten ini sangat memprihatinkan dan membahayakan pengendara yang melintas. Joglosemar/Angga Purnama
ilustrasi

SRAGEN—Kalangan masyarakat meminta Pemkab dan DPRD Sragen lebih peka terhadap kondisi infrastruktur terutama jalan di beberapa wilayah yang sebagian masih rusak. Dua jalur penting yang mendapat sorotan tajam karena rusak parah adalah jalur alternatif Gawan-Suwatu di Kecamatan Tanon dan jalur antarkecamatan di Gesi-Slendro.

Pantauan Joglosemar, kondisi jalur Gawan-Suwatu sudah rusak parah sejak dua tahun terakhir. Kondisi terparah terjadi di setengah jalur ke utara dari wilayah Godang menuju Suwatu. Namun di bagian tengah juga mayoritas sudah berlubang menganga dan bergelombang tak karuan.

“Sudah hampir dua tahun rusak parah seperti ini. Kadang malas mau lewat kasihan kendaraannya. Kalau kemarau mungkin nggak terlalu berbahaya, tapi kalau hujan banyak lubang besar itu rawan kecelakaan. Kami minta DPRD dan Pemkab bisa sedikit lebih peka dan segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Kasihan warga harus melewati jalur rusak terus,” ujar Suparmin (46), salah satu warga Suwatu.

Wakil Ketua DPRD Sragen asal Tanon, Hariyanto mengatakan kali terakhir jalur itu diperbaiki tahun 2011 lalu, namun memang tidak sampai tuntas ke Suwatu karena besarnya anggaran yang dibutuhkan. Untuk perbaikan dari Gawan-Godang saja, kala itu menelan biaya Rp 600 juta. Namun pihaknya berjanji akan mengupayakan agar jalur tersebut bisa diprioritaskan untuk mendapat anggaran perbaikan.

Keluhan senada juga muncul dari wilayah Sragen Utara. Anggota DPRD dari PKB asal Gesi, Muslim, mengatakan pantauannya ke lapangan juga mendapati kerusakan parah di jalur Gesi-Slendro. Selain bergelombang, di beberapa titik juga sudah diwarnai lubang besar yang mengganggu akses transportasi dan membahayakan pengendara. Pihaknya juga berharap Pemkab utamanya DPU bisa mengecek ke lokasi, sehingga bisa secepatnya mengalokasikan anggaran perbaikan. “Jalur itu sangat vital karena menjadi akses utama antarkecamatan. Warga juga banyak yang mengadu dan mendesak agar segera diperbaiki,” tegasnya.

Terpisah, Kepala DPU Sragen, Zubaidi mengatakan belum diperbaikinya dua jalur itu karena terbatasnya anggaran pada tahun ini. Pihaknya berjanji akan memprioritaskan alokasi untuk perbaikan dua jalur tersebut maksimal pada APBD Penetapan tahun 2014 mendatang. “Untuk jalur Gawan-Suwatu memang butuh anggaran yang besar, jadi kemungkinan tahun depan baru bisa dialokasikan. Untuk Gesi-Slendro sebenarnya tahun ini sudah ada perbaikan meskipun sifatnya hanya tambal sulam. Ya, nanti akan kami upayakan,” tegasnya. Wardoyo

BAGIKAN