Jalur Evakuasi Merapi Rusak Lagi

Jalur Evakuasi Merapi Rusak Lagi

289
RUSAK PARAH - Truk Galian C melintas di jalur evakuasi di Desa Sidorejo, Kemalang, Minggu (25/8). Sejumlah ruas jalur evakuasi rusak parah, diduga disebabkan tingginya mobilitas angkutan galian C di jalur tersebut. Joglosemar/Angga Purnama
RUSAK PARAH – Truk Galian C melintas di jalur evakuasi di Desa Sidorejo, Kemalang, Minggu (25/8). Sejumlah ruas jalur evakuasi rusak parah, diduga disebabkan tingginya mobilitas angkutan galian C di jalur tersebut. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Setelah mendapatkan perbaikan beberapa waktu lalu, jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi kembali rusak. Tingginya mobilitas angkutan muatan galian C membuat jalanan di lereng Merapi mudah rusak.

Dari pantauan Joglosemar, Minggu (25/8), sejumlah ruas jalan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang rusak parah. Lapisan aspal sebagian telah mengelupas dan digantikan dengan lubang-lubang yang membahayakan pengendara yang melintas. Jalanan tersebut banyak dilalui truk yang penuh muatan galian C, bahkan beberapa truk membawa muatan berlebih. Truk-truk tersebut melintasi jalur evakuasi, sebagian pengendara truk juga memilih melintas di jalur Kemalang-Karangnongko. Padahal jalur tersebut sudah dipasang larangan melintas bagi truk galian C.

Camat Kemalang, Bambang Haryoko, mengatakan kerusakan jalur evakuasi terjadi sepanjang lima kilometer. Kerusakan parah terjadi di wilayah Desa Bumiharjo, Kendalsari dan Sidorejo. “Kerusakan jalan itu juga disebabkan banyaknya truk galian C yang melintasi jalur ini. Sebagian ruas jalan diperbaiki warga secara mandiri namun tidak maksimal,” kata dia.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Menurutnya, masalah tersebut tentu sangat menghambat proses evakuasi warga yang hendak menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Oleh sebab itu, ia berharap perbaikan jalur evakuasi dilakukan secara berkelanjutan. “Harapan kami tetap ada pembangunan yang berkelanjutan. Artinya, memang bukan langsung seluruhnya karena kami tahu butuh biaya besar untuk memperbaiki jalur evakuasi itu,” katanya.

Sementara itu, kerusakan jalur evakuasi juga terjadi di Kecamatan Manisrenggo. Camat Manisrenggo, Wahyudi Martono, mengatakan masih terjadi kerusakan jalur evakuasi di wilayah tersebut sepanjang dua kilometer. Sementara perbaikan baru dilakukan sepanjang 600 meter saja. Padahal jalan yang rusak tersebut merupakan satu-satunya jalur evakuasi untuk warga saat terjadi bencana erupsi Merapi. “Jika tidak diperbaiki, warga tentu was-was. Sebab, saat erupsi Merapi pada 2010, kendaraan dan warga menumpuk di jalur evakuasi karena jalannya rusak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Ia menambahkan, kerusakan terjadi pada jalur evakuasi di Desa Kepurun, Kepitu, Kali Lumpang dan Sapen. Bahkan, saat ini akses menuju Balai Desa Kepurun setempat masih cukup memprihatinkan. Selain menjadi jalur evakuasi, jalan itu juga menjadi akses perekonomian warga. “Jika kerusakan semakin parah, urat nadi perekonomian akan terputus,” tandasnya. Angga Purnama

BAGIKAN