JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Jangan Tergiur Bodi Putih Mulus Dengan Suntik Putih

Jangan Tergiur Bodi Putih Mulus Dengan Suntik Putih

3454

Alasan pelarangan penggunaan injeksi pemutih antara lain, bahan yang dipakai tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah

ilustrasisource: www.club-cleo.com
ilustrasi
source: www.club-cleo.com

Siapa wanita yang tidak mau memiliki kulit yang putih mulus di seluruh badan? Saat ini kulit putih mulus masih menjadi impian sebagian besar wanita Indonesia. Tidak hanya wajah, mereka menginginkan kulitnya menjadi putih bersih di seluruh badan. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari rajin luluran, memakai sabun kecantikan. Bahkan banyak masyarakat yang tergiur menggunakan produk-produk kecantikan dengan iming-iming kulit menjadi putih. Bahkan, ada pula yang memakai obat suntik supaya tubuhnya menjadi putih. Tetapi, benarkah janji putih itu akan terwujud?

Dokter umum yang mendalami anti aging, Klinik Benning, Dr. Kristian Sanjaya, M. Biomed (AAM) menjelaskan jika ingin memutihkan kulit seluruh tubuh, sebaiknya kita berhati-hati. Jangan sampai salah memilih obat pemutih karena bisa berdampak buruk.  Dampak penggunaan obat pemutih yang salah tidak hanya ke kulit tetapi berdampak kepada kesehatan tubuh. “Pengunaan obat pemutih tubuh harus dilakukan dengan hati-hati, karena bisa berdampak buruk,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini di pasaran banyak yang menawarkan suntik putih. Sayangnya, bahan yang disuntikkan itu tidak jelas kandungannya, sehingga tidak bisa diprediksi akibatnya. Lagipula, penawaran suntik putih itu tidak dilakukan oleh ahlinya, yakni oleh dokter. Banyak sekali salon-salon atau toko-toko kosmetik yang menawarkan perawatan badan dengan suntik putih. “Sekarang ini banyak sekali suntik putih beredar di pasaran, sayang  tidak dilakukan secara profesional,” jelasnya.

Dikatakannya, injeksi pemutih ini pada dasarnya yang disuntikkan adalah vitamin C, namun pada perkembangannya mulai banyak beredar merek-merek injeksi pemutih yang tidak jelas kandungannya. Biasanya bahan yang diinjeksikan itu antara lain, cojic acid, glutation, selenium dan lain-lain. “Dosis penggunaan bahan-bahan itu terkadang tidak terkontrol, sehingga bisa berdampak buruk,” terang dia.

Dia mengatakan beberapa merek yang kini tengah beredar secara ilegal di pasaran antara lain, Michael Jackson (MJ) gold, MJ Platinum, Glutax, Laros Corbin, Produtex dan sejumlah merek  lainnya. Sayangnya, bahan yang digunakan untuk menyusun merek-merek tersebut tidak jelas, baik jenis maupun dosisnya. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan untuk menyusunnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Dosisnya dan bahan apa saja yang digunakan tidak jelas,” terang dia. Sebagai contoh, bahan penyusun injeksi pemutih Cojic Acid, jika disuntikkan secara intravena dimungkinkan akan merusak pankreas. Sehingga, bahan tersebut sebenarnya tidak dianjurkan untuk digunakan.

Dia mengungkapkan, bahan-bahan yang digunakan dalam injeksi pemutih ilegal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan beberapa masalah. Peredarannya sebenarnya juga tidak diperbolehkan dengan beberapa alasan. Alasan pelarangan penggunaan injeksi pemutih antara lain, bahan yang dipakai tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sebab, belum ada penelitian resmi yang menyatakan bahan tersebut memiliki khasiat memutihkan yang aman. “Bahan yang dipakai untuk injeksi pemutih ini tidak dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain itu, produsen pembuat obat suntik putih tidak jelas dan tidak ada yang bisa membuktikan keberadaannya. Bisa saja, dalam kemasan obat dicantumkan pabrik pembuatnya, tetapi tidak dapat dibuktikan kebenarannya. “Seringkali pabrik yang dicantumkan di produk hanya nama abal-abal, karena setelah ditelusuri ternyata tidak ada,” paparnya.

Sedangkan kalau dilihat jalur distribusinya, juga tidak sesuai dengan peraturan pemerintah. Jalur distribusi yang tidak resmi ini akan menyusahkan pengguna apabila ingin melakukan komplain. Jika terjadi sesuatu dengan pengguna, maka akan susah mencari produsen untuk menuntut pertanggungjawaban. “Yang jelas peredaran obat suntik putih ini banyak yang melanggar hukum, karena tidak sesuai dengan peraturan dan tidak berizin,” paparnya.

Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang tetap tergiur untuk menggunakannya. Padahal seharusnya penggunaan bahan-bahan untuk injeksi harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan sesuai dengan dosis yang tepat. Tentunya, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Seperti dengan menggunakan  injeksi vitamin C. Penggunaan vitamin sebagai injeksi pemutih badan ini, juga harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. “Kalau pemutih badan yang sudah legal dan digunakan adalah Vitamin C yang juga harus dilakukan oleh dokter,” jelasnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN