JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Jelang Lebaran, Kakek Malah Gantung Diri

Jelang Lebaran, Kakek Malah Gantung Diri

324
ilustrasi
ilustrasi

BOYOLALI – Warga Dukuh Ngliyangan, Desa Banyu Urip, Kecamatan Klego mendadak gempar saat sahur, Sabtu (3/8)  karena ada salah satu warganya yang gantung diri. Korban diketahui bernama Mulyadi (70), warga setempat yang ditemukan tewas mengenaskan, mengantung di pohon belimbing depan rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB.
Belum diketahui pasti penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu. Polisi yang melakukan olahTtempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim medis, tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga kakek ini nekat bunuh diri karena depresi akibat penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Informasi yang diterima Joglosemar menyebutkan, kali pertama korban ditemukan oleh anaknya sendiri, Mukinem (50) dan Sukani (48). Saat itu, Sabtu (3/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, Mukinem bangun dari tidurnya untuk sahur. Saat hendak membangunkan ayahnya, Mukinem menjadi kaget lantaran tidak menemukan ayahnya di kamar. Mukinem pun bergegas mencari ayahnya di setiap ruangan rumahnya. Namun ternyata nihil dan Mulyadi tidak ditemukan.

Khawatir, Mukinem pun meneruskan pencariannya ke rumah Sukani. Namun ternyata ayahnya juga tidak berada di sana. Lantas, mereka berdua pun melakukan pencarian di sekeliling rumah mereka.
Alangkah kagetnya mereka saat menemukan sesosok tubuh dalam kondisi menggantung di pohon belimbing di depan rumah. Karena curiga, mereka pun lantas memeriksanya dan mereka semakin kaget lantaran sosok yang gantung diri tersebut adalah Mulyadi.
Kontan penemuan itu membuat keduanya berteriak meminta tolong. Kondisi dukuh yang semula tenang saat sahur itu langsung berubah gempar. Warga pun berdatangan dan berupaya menolong korban. Namun nyawa korban ternyata tak terselamatkan.
Kejadian tragis ini pun dilaporkan ke Polsek Klego untuk penyelidikan lebih lanjut.Petugas Polsek Klego dipimpin Kapolsek AKP Agung Raharjo segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), bersama tim medis Pukskesmas Klego. Dari hasil olah TKP diduga korban nekat bunuh diri karena mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Dugaan ini tidak lepas dari keterangan saksi-saksi yang menyatakan selama ini korban diketahui mengidap penyakit prostat. Karena tidak ada unsur tindak pidana, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.  Ario Bhawono

BAGIKAN