Jokowi Nomor 1 Lagi

Jokowi Nomor 1 Lagi

338

Artinya PDIP sudah menembus ambang batas pencapresan, yakni 25 persen suara Pileg, sehingga PDIP tak harus berkoalisi jika mengusung Jokowi.

Jokowi
Jokowi

JAKARTA—Joko Widodo lagi-lagi unggul telak dalam hal popularitas untuk calon presiden (Capres) dibandingkan tokoh-tokoh lainnya. Dalam survei yang dilansir Forum Akademisi Informasi Teknologi (IT), Gubernur DKI Jakarta itu meraih 41 persen suara dari 2.000 responden.

“Jokowi mampu mengungguli nama-nama politikus senior seperti Prabowo Subianto (12 persen), Megawati (9 persen), Aburizal Bakrie (6 persen), dan Wiranto (3 persen),” kata Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus dalam pemaparan hasil surveinya di Jakarta, Selasa (27/8).

Hotland menambahkan, nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga masuk dalam survei dengan perolehan suara hanya lima persen. Tokoh lainnya yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Menteri BUMN yang sama-sama mendapat satu suara. Sedangkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional hanya mendapat dua persen suara. “Responden yang memilih calon lain hanya empat persen, dan abstain 16 persen,” paparnya.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

Berdasarkan survei  itu, Jokowi mampu mendongkrak raihan suara PDIP menjadi 34 persen suara. Artinya PDIP sudah menembus ambang batas pencapresan, yakni 25 persen suara Pileg, sehingga PDIP tak harus berkoalisi jika mengusung Jokowi.

Dampak “Jokowi Effect” sangat kentara di survei ini. Dari elektabilitas sekitar 20,4 persen tanpa pencapresan Jokowi, menjadi 34 persen dengan pencapresan Jokowi.  “Pileg di mana Jokowi sudah menjadi capres PDIP, suara semua partai disedot PDIP,” ujar Sitorus.

Tak hanya mencuri suara partai lain, “Jokowi Effect” juga menggerus abstain atau angka golput. Pemilihan Legistatif (Pileg) tanpa Jokowi, abstain 25,5 persen, Pileg dengan Jokowi, abstain 19,7 persen.  “Pilpres dengan capres Jokowi, yang abstain/golput menjadi hanya 16 persen. Jadi ‘Jokowi Effect’ sangat signifikan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

“Tampak sinyal yang sangat kuat, Jokowi menjadi magnet bagi kalangan abstain/golput untuk ikut serta dalam Pileg dan Pilpres,” simpulnya.

Survei yang bertujuan untuk mengetahui kehendak politik rakyat dilakukan pada 1 hingga 20 Agustus 2013. Responden tersebar di 34 provinsi atau 200 kabupaten/kota.

Teknik yang digunakan yaitu pengumpulan data melalui wawancara langsung, penarikan sampel dengan metode startified random sampling dengan margin error 2,5 persen. Responden terdiri dari seribu pria dan seribu perempuan. Latar belakang pendidik responden SD 10 persen, SMP 20 persen, SMA 40 persen, dan perguruan tinggi 30 persen.

Sedangkan usia responden 17 hingga 24 tahun sebanyak 24,1 persen, 28-38 tahun 34,8 persen, 39 hingga 49 tahun 28 persen, di atas 50 tahun 12,9 persen. Detik | Niko Fediyanto

BAGIKAN