JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Jukir Solo Berganti Seragam

Jukir Solo Berganti Seragam

512

Suasana Baru Disambut dengan Gembira

SERAGAM BARU JURU PARKIR--Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memakaikan blangkon hitam pada juru parkir saat digelar apel pelaksanaan penyerahan dan pemakaian seragam baru juru parkir di depan Lojigandrung, Solo, Kamis (1/8). Sebanyak 3.500 juru parkir di Kota Solo diberikan seragam lurik dan blangkon hitam sebagai wujud memanusiakan juru parkir dan sekaligus juga melestarikan pakaian adat Jawa. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SERAGAM BARU JURU PARKIR–Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo memakaikan blangkon hitam pada juru parkir saat digelar apel pelaksanaan penyerahan dan pemakaian seragam baru juru parkir di depan Lojigandrung, Solo, Kamis (1/8). Sebanyak 3.500 juru parkir di Kota Solo diberikan seragam lurik dan blangkon hitam sebagai wujud memanusiakan juru parkir dan sekaligus juga melestarikan pakaian adat Jawa. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Selama ini juru parkir identik dengan seragam oranye. Dengan kode zona di dadanya. Tetapi, seragam kebanggaan para juru parkir tersebut sudah tidak gunakan lagi. Mulai Kamis (1/8) kemarin, para juru parkir akan mengenakan seragam lurik dalam bekerja sehari hari. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali blangkon. Pemberian seragam dilakukan secara simbolik di kawasan Jalan Slamet Riyadi.

Penggantian seragam ini dilakukan langsung oleh Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Dalam sambutannya Rudy mengatakan, penggantian seragam ini untuk mengentalkan kesan kota Solo sebagai kota Budaya. Selain itu, dengan seragam baru ini diharapkan mampu merubah sikap para juru parkir dalam memberikan “servis” kepada para pelanggannya.

“Kadang juru parkir ada yang tidak ramah, arogan semoga dengan menggunakan seragam lurik ini semua sikap tersebut berganti menjadi ramah kepada siapa saja yang menggunakan jasanya,” ujar Rudy. Sementara, penyematan blangkon sebagai penutup kepala, tambah Rudy, dimaksudkan untuk memberikan ketenangan kepada para juru parkir saat bekerja. Menurut Rudy, blangkon memiliki filosofi menep atau tenang.

“Dengan mengenakan blangkon diharapkan para juru parkir bisa tenang pikirannya,” tuturnya.

Rudy mengakui, keberadaan para juru parkir tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka membawa pengaruh besar, terutama dalam penataan kendaraan dan ketertiban di jalan. Maka dari itu, Rudy menilai pemberian seragam baru ini dirasa sudah sepantasnya.

“Para juru parkir itu memiliki jasa yang sangat besar, terutama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di jalanan kota Solo. Dan sudah sepantasnya mereka mengenakan seragam itu (lurik), terlebih kota Solo merupakan kota Budaya,” urai Rudy.

Di Solo sendiri terdapat lebih kurang 3000 juru parkir. Nantinya semua juru parkir akan mengenakan seragam lurik. Tetapi untuk awalnya baru 200 juru parkir yang mendapatkan seragam lurik. Pemberian akan dilakukan secara bertahap hingga semua juru parkir mengenakan seragam lurik. Pemberian seragam disambut antusias oleh para juru parkir, tidak terkecuali Miko. Kakek 70 tahun itu mengaku sangat senang dengan perhatian pemerintah kota (Pemkot) Solo terhadap para juru parkir yang diungkapkan dengan pemberian seragam.

Dengan menggunakan seragam lurik tersebut, Miko bahkan merasa setingkat dengan para pegawai yang berada di pemerintahan. “Ya semakin pede, kita seperti sama dengan para pegawai di Pemkot,” katanya bangga. * Ari Purnomo

BAGIKAN