JOGLOSEMAR.CO Foto Jumlah Penumpang di Tirtonardi Turun 6 %

Jumlah Penumpang di Tirtonardi Turun 6 %

565

Kendaraan Pribadi Penyebab Utama

JUMLAH PENUMPANG MENURUN--Sejumlah penumpang melintas di depan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sesaat setelah turun dari bus tersebut di Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (14/8). Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
JUMLAH PENUMPANG MENURUN–Sejumlah penumpang melintas di depan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sesaat setelah turun dari bus tersebut di Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (14/8).
Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

BALAIKOTA-Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) mencatat, jumlah penumpang bus di Terminal Tirtonadi pada Lebaran tahun ini mengalami penurunan sebesar enam  persen. Banyaknya kepemilikan kendaraan pribadi menjadi faktor penyebab utama.

Kepala Dishubkominfo Yosca Herman Soedrajat mengatakan, hasil evaluasi terkait kendaraan mudik di terminal diketahui terjadi penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu. Berapa jumlah pastinya pihaknya  tidak dapat memerinci, namun jelas tahun ini penumpang bus menurun enam persen.

“Penyebab utama penurunan jumlah penumpang di Terminal Tirtonardi akibat menjamurnya kendaraan pribadi dan bus ekstra Lebaran,” ujar Yosca, Rabu (14/8).

Dikatakan Yosca, dari pantauan traffic counting di enam titik kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat pada H dan H lebaran mencapai 400.000 kendaraan per jam. Sedangkan di hari normal kendaraan pribadi hanya 200.000 per jam. Melihat data tersebut sudah bisa dikatakan masih banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara untuk evaluasi Terminal Tirtonadi pada arus mudik dan balik sudah sesuai harapan, dan tidak terdapat persoalan besar yang perlu dilakukan evaluasi. Keberadaan bus keluar masuk di terminal lebaran tahun ini mengalami peningkatan. Pada Sabtu dan Minggu terdapat 500 bus ekstra masuk terminal. Setelah hari tersebut, bus masuk terminal kembali normal antara 200-300 bus.

“Tahun lalu, bus masuk total mencapai 17. 000 ekstra tahun sekarang bisa mencapai 18.000,” jelasnya.

Disinggung  masih ditemukannya penumpang yang terlantar di terminal, Yosca mengaku hal itu disebabkan banyak penumpang yang menyukai bus favorit semacam antar kota antar-provinsi (AKAP). Padahal, pihaknya sudah mengeluarkan Izin Insidental sebanyak 120 bus yang khusus mengangkut penumpang tidak tertampung bus utama.

“Kami juga mendapati banyak bus AKAP yang masuk terminal semuanya tidak sesuai dengan time table akibat keterlambatan terjebak macet di jalan,” katanya.

Menurut Yosca, bus Izin Insidental sudah banyak dimanfaatkan penumpang bus jurusan Pacitan, Purwodadi, Ngawi dan sekitarnya. Bus izin khusus hanya berlaku satu kali perjalanan. Untuk angka kemacetan dan kecelakaan juga turun sebesar lima persen.

Kasubag Tata Usaha UPTD Terminal Tirtonadi, Eko Susanto menambahkan, pada H+4 jumlah bus berangkat dari terminal utama tercatat 2.113 bus reguler dengan 28.557 penumpang. Sedangkan untuk bus ekstra yang diberangkatkan dari Terminal Tirtonadi  sebanyak 36 bus dengan 1.136 penumpang.   Muhammad Ismail

BAGIKAN