JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Kades Tangkil Gugur, Banyuurip dan Jono Terancam

Kades Tangkil Gugur, Banyuurip dan Jono Terancam

371
BAGIKAN

Pilkades Tiga Desa Memanas

Mengacu Perda No 6/2006 bahwa Kades yang akan maju kembali di Pilkades wajib menyerahkan LKPj ke BPD dan LPPD ke bupati lewat camat, dan IPPD ke masyarakat selambat-lambatnya empat bulan sebelum masa jabatannya habis.

SRAGEN—Calon peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tangkil, Kecamatan Sragen Kota yakni Suwondo terpaksa harus mengubur impiannya untuk kembali maju di Pilkades setempat yang akan dihelat 21 Agustus mendatang. Gara-garanya, Kades incumbent itu tersandung kasus keterlambatan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD), dan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (IPPD) akhir masa jabatan.

Keputusan gugurnya Suwondo terungkap dari keputusan panitia Pilkades yang resmi mencoretnya pada tahapan penetapan bakal calon menjadi calon di kantor balai desa, Selasa (13/8). Camat Sragen Kota, Bambang Widyatmoko membenarkan jika calon incumbent Suwondo tidak lolos. Pasalnya, ia diketahui baru menyampaikan LKPj, LPPD, maupun IPPD tanggal 2 Agustus 2013. Sementara, masa jabatannya tercatat berakhir pada bulan April 2013.

Padahal, mengacu pada Perda No 6/2006 disebutkan bahwa Kades yang akan maju kembali ke Pilkades, wajib menyerahkan LKPj ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan LPPD ke bupati lewat camat dan IPPD ke masyarakat selambat-lambatnya empat bulan sebelum masa jabatannya habis.

“LKPj Kades Tangkil baru dibuat tanggal 17 Juli dan disetorkan ke camat maupun BPD pada tanggal 2 Agustus. Karena aturannya empat bulan sebelum akhir masa jabatan harus diserahkan dan ternyata terlambat, akhirnya panitia memutuskan tidak lolos. Yang lolos ada tiga, Makmun, Farid, dan Agus,” ujar Bambang, Rabu (14/8).

Dua desa yang juga mulai memanas karena penyerahan incumbent-nya terlambat yakni Banyuurip, Kecamatan Sambungmacan dan Jono, Kecamatan Tanon. Informasi yang dihimpun Joglosemar dari Bagian Pemerintahan, Kades incumbent di dua desa itu yakni Tukiman di Banyuurip dan Sunarno di Jono juga digoyang karena terindikasi terlambat menyampaikan LKPj.

Bahkan, kemarin sejumlah warga pendukung mantan Kades Banyuurip nekat menggeruduk panitia Pilkades untuk mengklarifikasi persoalan penyerahan LKPj. Ketua Panitia Pilkades Banyuurip, Lasiyo membenarkan jika LKPj Kades baru diterima BPD pada tanggal 27 Juni, sedang masa jabatan Kades berakhir 12 Juli. Namun mengenai keputusan apakah sang incumbent bisa gugur atau tidak, baru akan diputuskan pada rapat pleno penetapan calon hari ini, Kamis (15/8).

Camat Sambungmacan, Bambang EBS membenarkan jika LPPD Kades Banyuurip yang ke bupati juga baru diserahkan ke camat pada tanggal 27 Juli. Akan tetapi, mengenai peluang keterlambatan itu apakah bisa menggagalkan atau tidak, pihaknya menyerahkan penuh ke panitia. Wardoyo